Tuesday, 8 June 2010

[greenlifestyle] Re: INVESTIGASI PENJUALAN TELUR PENYU DI SUPERMARKET

all millises GL...

terima kasih atas perhatian yang luar biasa, kita mengaku memang kasus-
kasus seperti ini sering kali luput dari perhatian kita, maka dari itu
partisipasi aktif anggota milis, crosspossting, dan beberapa jejaring
sosial kadang sangat membantu mengawasi aktivitas2 korporasi besar.
Salut buat partisipasi aktif rekan2 semua.

terima kasih juga atas apresiasinya, keberhasilan mendapatkan
"jawaban" positif dari pihak superindo memang karena murni pihak
superindo memiliki itikad baik, at least itu yang dapat kami
simpulkan. mudah2an perubahan terjadi karena kesadaran manajemen
mereka, bukan dari desakan kita, meskipun desakan kita memang dapat
menjadi pemicu.

sedih juga melihat kasus di mana pemerintah, dalam hal ini kasus
batere dan KLH yang tidak mampu mendesak produsen batere untuk ikut
bertanggung jawab. susahnya kalo pemerintah tidak/kurang mampu menjadi
grup penekan.

kalau milis, memang sejatinya adalah wadah diskusi, untuk teriak2 di
dalamnya, konsen dengan isu-isu spesifik. kalau ada diskusi yang
sampai/tersampaikan, misalnya: surat terbuka yang kapan hari itu, yah
itu bagian dari milis dapat keluar dan berpartisipasi aktif di dunia
nyata.

Kita juga tidak/belum mampu sharing sesuatu, tapi yang jelas waktu itu
kita share draft surat terbuka, lalu kita kirimkan ke corporate affair
email, CC ke milis kita. Paling tidak yang harus di cek, mudah2an si
penghuni milis tidak me"reply to all" sehingga inbox tujuan email
tidak kepenuhan karena reply2 dari penghuni milis. kita sih pede
karena penghuni milis kita gak rame2 amat kek GL,,, hehehehe

begitu mendapatkan balasan langsung saya fwd ke milis, cc ke email
manajemen superindo, untuk meyakinkan bahwa tanggapan surat terbuka
tersebut sudah di share dengan baik, opsi lalu masih dibuka bagi
penghuni milis apakah mereka masih tetap mau menekan pihak manajeman
atau tidak. namun itupun tetap diyakinkan supaya dilakukan di dalam
milis. (takut sama UU ITE, takutnya nanti dipikir mencemarkan nama
baik.. hahahaha)

di bawah ini saya lampirkan isi surat terbuka dan tanggapannya, maaf
kalau panjang.

kami pikir itu yang bisa di share, mudah2an bisa jadi tambahan
pengetahuan buat kita semua.

salam hormat,

aulia,
momod marbud

============================================== >

Jakarta, 3 Juni 2010

Kepada Yth.
Aulia Rahman
Moderator Marine Buddies
Di Tempat


Dengan Hormat,

Didasari niat baik dan dukungan atas upaya pelestarian lingkungan
hidup,
dengan ini kami sampaikan terima kasih dan apresiasi untuk perhatian
Marine
Buddies pada kami dan juga informasi lengkap tentang pelestarian penyu
dan
perangkat perundangan yang berlaku.

Perlu kami informasikan bahwa kami telah memperoleh informasi mengenai
penjualan produk telur penyu di salah satu gerai kami di Dago, pada
hari
Jumat, 21 Mei 2010 dari Ibu Margareth Meutia (Corporate Campaigner for
Marine
and Marine Species Program-WWF Indonesia). Sesegera kami menerima
informasi
tersebut dengan jelas, kami pun melakukan reaksi cepat untuk
menghentikan
segala hal maupun aktivitas terkait penjualan produk tersebut.

Super Indo selalu berusaha menawarkan kepada pelanggan produk-produk
kebutuhan sehari-hari berkualitas baik, lengkap, serta dengan
kesegaran yang
terjaga. Kami pun bercita-cita membuat kehidupan menjadi lebih baik
bagi
pelanggan, karyawan dan masyarakat dengan selalu melayani. Berkenaan
dengan
penjualan produk telur penyu tersebut, perlu kami sampaikan bahwa hal
ini
murni karena kurangnya informasi menyeluruh dari pihak kami akan isu-
isu
kelautan dan perangkat perundangannya yang berlaku. Hal ini pun
kemudian
menjadi pelajaran amat berharga bagi kami untuk lebih memastikan dan
berkomitmen bahwa produk-produk yang kami tawarkan berasal dari sumber-
sumber
terpercaya serta bertanggungjawab.

Melalui surat ini, kami mengharapkan dan mendorong adanya kerjasama
dan
hubungan yang sinergis, harmonis dapat terjalin antara Super Indo
dengan
Marine Buddies. Karena kami percaya bila semua unsur masyarakat
termasuk
dunia usaha berkontribusi untuk menyebarluaskan pengetahuan dan
kesadaran
tentang isu-isu lingkungan--seperti apa yang telah Marine Buddies
lakukan,
akan dapat menginspirasi para pelanggan, karyawan kami dan pihak-pihak
terkait untuk menyadari bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama
untuk
menyiapkan lingkungan hidup yang lebih baik di masa depan.

Demikian surat ini kami sampaikan, atas pengertiannya kami ucapkan
terima
kasih.

Terima kasih,


Gibthi Ihda Suryani
Corporate Communication and Customer Management
PT Lion Super Indo
Telp : 021-690 5876 ext 581
Email : gibthi.ihda@superindo.co.id

--Please consider the environmental impact before printing this
document and
its attachment(s). Print black and white and double-sided where
possible.--


________________________________

From: Marine Buddies [mailto:info@marinebuddies.org]
Sent: Friday, May 28, 2010 2:13 AM
To: Gibthi Ihda Suryani; webmaster@superindo.co.id
Cc: marinebuddies@googlegroups.com
Subject: Surat Terbuka: Perihal Penjualan Telur Penyu di Superindo

Yth. Dewan Direksi Superindo

http://www.superindo.co.id/

Up:

webmaster@superindo.co.id

gibthi.ihda@superindo.co.id (Corporate Communication & Customer
Management PT
Lion Superindo)

di Tempat.

Dengan hormat,

Pertama-tama izinkan kami memperkenalkan diri, kami adalah
MarineBuddies,
kelompok pemerhati isu-isu kelautan yang berdiskusi melalui jalur
online
dalam marinebuddies@googlegroups.com
<https://mail.google.com/mail/h/1b18hcf4p310f/?
v=b&cs=wh&to=marinebuddies@goo
glegroups.com
> dan beberapa jalur dunia maya lainnya.

Sebagai pemerhati lingkungan, kelompok kami didukung oleh salah satu
organisasi konservasi terbesar dan paling dihormati di dunia, yaitu
WWF-Indonesia.

Kami menaruh perhatian besar pada konservasi keanekaragaman hayati
Indonesia,
khususnya sumber daya hayati laut. Untuk mencapai tujuan-tujuan kami,
MarineBuddies membawa misi untuk menyebarluaskan pengetahuan dan
kesadaran
tentang isu-isu kelautan, serta ancaman-ancaman yang dihadapi
ekosistem laut
dan spesies-spesies yang ada di dalamnya. MarineBuddies juga berusaha
mengajak semakin banyak pihak untuk mencintai laut dan melakukan
tindakan-tindakan yang dirasa perlu untuk memperbaiki kondisi laut
Indonesia.

Pastinya juga sebagian dari MarineBuddies merupakan pelanggan setia
atau
konsumen setia dari Superindo. Dan kami menerima informasi dari
Buddies (18
Mei 2010) yang mengetahui bahwa di salah satu gerai Superindo di Dago,
Bandung (Jl Juanda 40, Bandung) menjual TELUR PENYU.

Kami semua berharap hal ini bukan merupakan suatu kesengajaan,
melainkan
karena pihak Superindo-sebagai jaringan retailer yang memiliki nama
besar dan
market share yang cukup diperhatikan-belum mengetahui informasi bahwa
penyu
dan semua produk turunannya dilindungi oleh undang-undang.

Di bawah ini adalah peraturan serta undang-undang yang terkait dengan
spesies
penyu:

* UU 5 Tahun 1990 - Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan
Ekosistemnya

* Kepres No 43 tahun 1978 tentang Ratifikasi CITES

* CITES (Convention on International Trade in Endangered
Species of
Wild Fauna and Flora)

Penyu Hijau: Masuk daftar merah/terancam (2000)

Penyu Sisik: Masuk daftar merah/sangat terancam (2000)

Penyu Tempayan: Masuk daftar merah/terancam (2000)

Penyu Pipih: Masuk daftar merah/Rentan (2000)

Penyu Belimbing: Masuk daftar merah/sangat terancam (2000)

Penyu Lekang: Masuk daftar merah/terancam (2000)

* Upaya distrik Kabupaten Berau yang dikawal oleh Bupati
Berau, Bpk
H. Makmur HAPK, dengan dukungan DPRD, medeklarasikan lebih dari 1.2
juta
hektar luas Kawasan Konservasi Laut Daerah pada bulan Desember 2005.
Peraturan tersebut disusul oleh kesepakatan sub-distrik Derawan,
Maratua, dan
Batu Putih yang memastikan upaya serius tindakan hukum bagi kegiatan
perdagangan penyu dan telurnya.

* Kabupaten Sorong juga mengeluarkan dekrit tertanggal 12
Desember
2005 yang menjelaskan luasan area laut 26.693 hektar dan luas daratan
101.992
luas daratan untuk melindungi spesies penyu belimbing. Kawasan ini
juga
melindungi masyarakat di dalamnya, yaitu kampung Saubeba, Warmandi
yang
mendiami kawasan pantai Jamursbamedi dan pantai Warmon

* Bali yang menjadi sorotan publik juga menorehkan prestasi
besar.
Gubernur Bali waktu itu, Bpk Dewa Barata, membuka dan meresmikan
Turtle
Conservation and Education Center (TCEC) di pulau Serangan, Bali (20
Januari
2006). Pusat penelitian penyu didirikan di tanah seluas 2.4 Hektar
sebagai
upaya strategis mengeluarkan masyarakat pulau Serangan dari jerat
perdagangan
penyu.

* Partisipasi aktif pemerintah Indonesia dalam forum
konservasi penyu
internasional. Dalam forum IOSEA (The Indian Ocean and South East
Asia),
Indonesia menandatangani MoU mengenai Konservasi dan Manajemen Penyu,
Indonesia diwakili oleh Duta Besar untuk Thailand, Bpk Ibrahim Yusuf.
MoU
tersebut menjelaskan upaya bersama untuk melindungi, mengonservasi,
menghapuskan perdagangan, perlindungan sosial-ekonomi, dan kultur
masyarakat
yang terkait dengan penyu.

* Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999
Tentang
Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa

Berdasarkan data-data di atas, kami mohon kesediaan Superindo untuk
menghentikan penjualan telur penyu dalam aktivitas jual-beli-nya. Kami
percaya Superindo adalah jaringan swalayan dengan market share yang
luas.
Program go green untuk mengurangi sampah plastik (say no to plastic
bag)
Superindo juga merupakan langkah yang baik dan harus terus
ditingkatkan.
Dengan demikian, Superindo akan mendapatkan citra yang baik di mata
masyarakat, pemerintah, dan dunia internasional, sekaligus membantu
upaya
konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia dan dunia.

Dengan ini pula, kami sampaikan bahwa MarineBuddies bersedia membantu
pihak
Superindo dalam proses perubahan ini, dan kami terbuka untuk segala
bentuk
diskusi dan dukungan, sejauh kemampuan dan keahlian kami.

Atas kesediaan dan kerjasama pihak Superindo, kami ucapkan terima
kasih dan
penghargaan yang setinggi-tingginya.

Hormat kami,

Aulia Rahman

Moderator

Marine Buddies

TEMBUSAN: mailing list http://groups.google.com/group/marinebuddies


All photos (c) Respected Owner

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs583.snc3/30754_1487507390274_13
11626467_1339836_2136591_n.jpg

30754_1487507390274_1311626467_1339836_2136591_n.jpg

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs563.snc3/30754_1487462189144_13
11626467_1339569_5449994_n.jpg

30754_1487462189144_1311626467_1339569_5449994_n.jpg


Kasus: Upaya Hukum Melawan Perdagangan Ilegal (Berita-berita
terbaru)>>>

Di Bali, 68 penyu hijau dilepas di Pantai Kuta, Badung. Pelepasan yang
dipimpin Kapolda Bali Irjen Sutisna itu juga diikuti ratusan turis
asing.Penyu itu adalah hasil sitaan Polda Bali yang berasal dari
sebuah
gudang di Pemogan. Denpasar. Polisi mengamankan 71 penyu, 68 ekor di
antaranya dilepas, 3 untuk barang bukti, dan seekor lagi mati. Dalam
kasus
itu Mangku Budha, pemilik gudang, ditetapkan sebagai tersangka. (HK/RS/
N-3)

Media Indonesia 21 Mei 2010

Berita Foto :

Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) mendorong penyu hijau
(chelonia
mydas) menuju laut, saat pelepasan satwa langka itu ke habitatnya di
Pantai
Kuta, Bali, kemarin. Pelepasan 70 penyu hijau hasil sitaan polisi itu
menarik
perhatian wisman sekaligus sebagai kampanye penyelamatan lingkungan.

Bisnis Indonesia 21 mei 2010

Wisatawan Mancanegara Melepas Penyu kepala Kepolisian Daerah Bali
Inspektur
Jenderal Sutisna dan berapa stafnya bersama puluhan wisatawan
mancanegara ji
domestik, Kamis (20/5), melepas 68 dari total 71 ekor nyu hijau
(Chelonia
mydas) selundupan dari perairan Suiwes Tiga penyu sisanya dijadikan
sebagai
barang bukti tin-kejahatan penyelundupan dari sementara dititipkan di
Pos
tuan Tugas Pantai Kuta yang biasa menjadi tempat pe-etasan telur
penyu.
Kepada pers, Sutisna menyatakan, pe-pasan dilakukan secepat mungkin
setelah
proses penang-pan dan identifikasi, dengan harapan penyu-penyu itu
tidak iati
sia-sia. (BEN)

Kompas 21 Mei 2010


Marinebuddies.Org

thumb_mb_logo_wmf


Kelautan menempati porsi kurang lebih 70% atau 2/3 luasan dibandingkan
dengan
daratan di bumi ini secara geografis. Begitu pula dengan perbandingan
luas
daratan dan lautan di Indonesia, kurang lebih 2/3 dari wilayah
teritori
Indonesia adalah lautan. Namun kenyataannya, sektor kelautan belum
diperhatikan secara serius, untuk itu perlu ada pengawasan dalam
penggarapan
potensi kelautan Indonesia.

Peran ini yang bisa dijalankan oleh MarineBuddies, sebuah komunitas
pecinta
isu kelautan, sebuah komunitas penghobi kelautan, dan sebuah komunitas
yang
memahami bahwa laut adalah bagian dari kehidupan mereka.

Melalui aktivitas diskusi yang menyenangkan, bertukar foto-foto,
bertukar
cerita perjalanan, bertukar informasi mengenai lokasi yang
menyenangkan untuk
foto-foto pre wedding, menjadi watch dog bagi pemegang kebijakan,
serta
menjadi ajang yang positif untuk mencari dan melebarkan jaringan.

MarineBuddies adalah komunitas yang dibangun awalnya dari dunia maya,
namun
berkembang kepada kegiatan-kegiatan yang aktif dan riil di masyarakat.
Komunitas yang cair dan positif dalam menjaga sektor kelautan kita.

Sejauh ini Marinebuddies terdiri dari kelompok-kelompok yang secara
interaktif menjalankan perannya melalui:

www.marinebuddies.org = 500+ member

www.twitter.com/marinebuddies = 150+ member

www.facebook.com/marinebuddies = 890+ member

grup facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=61325940678 =
1090+
member

grup google : http://groups.google.com/group/marinebuddies = 490+
member

=========================

>>>> Join www.MarineBuddies.Org <<<<

www.twitter.com/marinebuddies

www.facebook.com/marinebuddies

http://groups.google.com/group/marinebuddies

=============================================================================>


On Jun 7, 6:28 am, greenLifestyle <greenlifest...@gmail.com> wrote:
> Halo Aulia,
>
> Maaf kami telat balas... pengalaman GL dengan pasar swalayan gak
> banyak.
>
> Dulu sekali kami pernah berencana mengirimkan surat ke pihak Carrefour
> mengenai upaya pengurangan penggunaan plastic bag/ biobag. Namun surat
> urung dikirimkan karena beberapa anggota milis mengusulkan untuk
> bertemu langsung dengan pihak Carrefour.
>
> Kemudian beberapa waktu berselang, admin GL akhirnya berhasil
> mendekati bagian corporate responsibility di Carrefour. Waktu itu kami
> dibantu oleh salah satu anggota milis GL yang punya kenalan di
> Unilever, yang waktu itu sedang membangun kerjasama dengan Carrefour.
> Jadi kami beruntung bisa "nebeng" untuk menyampaikan harapan/ide GL
> tentang apa yang Carrefour dapat lakukan untuk mengurangi pemakaian
> kantong kresek agar tidak sebatas mengganti kresek dgn biobag.
> Sayangnya tidak ada follow up dari Carrefour setelah itu.
>
> Dalam kesempatan lainnya, kami juga sudah bertemu langsung dengan
> pihak management pasar swalayan di Denpasar dengan usulan yang sama
> ttg plastic bag, tapi iya sekali lagi mereka tidak "gigit".
>
> Berkaitan dengan inisiatif pengumpulan sampah baterai, admin &
> beberapa penggiat GL juga pernah dipertemukan oleh KLH dengan produsen
> baterai. Tapi ini juga gak berhasil, produsen baterai berdalih utk
> tidak bertanggungjawab atas sampah baterai & pihak KLH pun terkesan
> tidak punya 'gigi'.
>
> Mungkin GL perlu belajar dari Marine Buddies yang baru saja sukses
> mendapat tanggapan positif dari pihak Superindo untuk tidak lagi
> menjual telur penyu. Hebat!
>
> Maaf ceritanya gak banyak, tetapi kalau ada pertanyaan tambahan atau
> bahkan input utk GL tolong kasih tahu kami ya!
>
> M & M
> admin GL
> facebook.com/GreenlifestyleIndonesia
>
> On May 26, 1:05 pm, "MarineBuddies.org" <marinebudd...@gmail.com>
> wrote:
>
> > milis GLers
>
> > @ marc: memaang belum ada kabar dari pulau dewata, buddies masih
> > bergerak secara sukarela, sementara baru bandung, bekasi, dan bogor,
> > informasnya menyebutkan kalau daerah tersebut sudah nihil (di
> > swalayan) namun penjual2 asongan katanya masih sering terlihat juga.
> > Tapi bali memang menjadi target utama, terbukti aparat keamanan
> > berhasil membekuk gudang dan pngepul penyu, sebanyak 70an individu
> > penyu berhasil diselamatkan. mudah2an proses hukumnya tidak menguap
> > begitu saja.
>
> > untuk kampanye memang harusnya terus berjalan. Tapi disatu sisi
> > mendorong upaya penegakan hukum juga tidak boleh terlewatkan.
>
> > @renar: sepertinya memang ketidaktahuan, sehingga akhirnya produk
> > tersebut (kabarnya) sudah ditarik dari rak. tapi kita akan pantau
> > terus. :)
>
> > dari milis marinebuddies, kondisi terkahir masih ada beberapa balasan
> > ke thread untuk mendukung dan memberi masukan, baik substansi maupun
> > redaksional.
>
> > akhir hari ini mungkin akan kita kirim ke email Publik Relation
> > swalayan tersebut. juga melayangkan, mungkin, hardcopy dari surat
> > terbuka tersebut. Kalau GL gimana? ada pengalaman sejenis? mekanisme
> > nya bagaimana? siapa yang target untuk disasar? marbud perlu belajar
> > advokasi seperti ini,, mungkin ada yang bisa di share?
>
> > salam,aulia
> > momod marbud
>
> > On May 25, 2:38 am, Renar Berandi <renar...@yahoo.com> wrote:
>
> > > Tetap semangat untuk investigasi itu. Saya bantu kalau saya melihat juga.
>
> > > Berarti sudah ada itikad baik dari si toko swalayan itu. Usul, bisa dimasukkan dalam kampanye-nya seafood safernya WWF tuh. :))
>
> > > Renar
>
> > > ________________________________
> > > From: Marc-Antoine <dun...@gmail.com>
> > > To: GreenLifestyle <greenlifestyle@googlegroups.com>
> > > Sent: Tue, May 25, 2010 4:16:35 PM
> > > Subject: [greenlifestyle] Re: INVESTIGASI PENJUALAN TELUR PENYU DI SUPERMARKET
>
> > > HaloAulia, bagaimana untuk pasar swalayan di Bali, apa sudah ada
> > > laporan bahwa telur penyu dijual juga disini?
>
> > > Kalau telurnya sudah tersedia di pasar swalayan di Jawa berarti ada
> > > permintaan di pasar, termasuk di kota2 besar. Apa mestinya dibikin
> > > kampanye kesadaran utk masyarakat urban?
>
> > > MA
>
> > > On May 25, 3:27 pm, "MarineBuddies.org" <marinebudd...@gmail.com>
> > > wrote:
>
> > > > all rekan-rekan GLers,
>
> > > > terima kasih atas perhatian yang sama atas isu ini. beramai-ramai kita
> > > > sampaikan uneg-uneg kita mudah2an akan memberikan tekanan yang
> > > > berarti. Kita juga sepakat bahwa hal baik perlu disampaikan dengan
> > > > cara yang baik pula.
>
> > > > Untuk kasus yang baru2 ini kita temukan, kita masih dalam tahap akan
> > > > memberikan/melayangkan surat terbuka saja, yang intinya meminta
> > > > penjelasan. Dari sumber-sumber buddies yang ada di twitter, fb, dan
> > > > milis memang mereka pernah menemui telur penyu menjadi barang dagangan
> > > > yang ada di rak mereka. Salah satunya selain di Dago, ada pula yang
> > > > melihatnya di Superindo Bekasi cab daerah bulak kapal, rata2 dijual
> > > > per pak dengan isi telur 6 butir RP 50ribu-60ribu.
>
> > > > Laporan terakhir memang dalam beberapa jam mereka sudah menarik telur2
> > > > tersebut dari gerai mereka masing-masing, karena salah seorang staff
> > > > WWF mengirimkan email ke public relation mereka.
>
> > > > Kalau ada yang menjadi detektif penyu kita dukung, tapi lakukan dengan
> > > > fair yah.. :D jangan terkesan memang kita cari-cari kesalahan.
> > > > Mudah2an memang mereka belum tercerahkan, lalu pas mereka sadar mereka
> > > > langsung merubah policy mereka.
>
> > > > Saat ini draft sedang di review oleh miliser marinebuddies. Saya ingin
> > > > crossposting di milis GLers, tapi takut, kalau masih berupa draft trus
> > > > sudah nyebar, kasian pihak swalayan tsb, nanti kita dianggap mencoreng
> > > > nama baik...
>
> > > > jadi kalau mau ikut nimbrung soal draft bisa masuk kehttp://groups.google.com/group/marinebuddies
>
> > > > bagaimana momod GL? kita pikir itu fair yah... :) semoga bisa ada
> > > > final version, dan kita bisa menunggu cek dan ricek dari pihak
> > > > swalayannya.Kita juga tunggu kabar dari Detektif2 penyu... hihihih
>
> > > > salam hormat,
> > > >aulia
> > > > momodhttp://groups.google.com/group/marinebuddies
>
> > > > On May 24, 9:32 pm, armely meiviana <ameivi...@gmail.com> wrote:
>
> > > > > Dear Rekans,
>
> > > > > Tempo hari di milis Marine Buddies ditemukan bukti (foto) bhw Superindo
> > > > > Dago, Bandung ternyata menjual Telur Penyu. (imel terlampir di bawah).
>
> > > > > Padahal menurut CITES (Convention on Int'l Trade in Endangered Species of
> > > > > Wild Fauna & Flora), seluruh jenis penyu saat ini terancam punah. Jadi
> > > > > perdagangan penyu sangatlah dilarang. Sementara menurut UU No. 5/1990,
> > > > > dilarang keras utk memperjualbelikan penyu (telur, daging & karapas).
>
> > > > > Menurut hasil penelitian, hanya 1 dari 1000 tukik (anak penyu) yg dapat
> > > > > selamat hingga dewasa. Ini menunjukkan bahwa tingkat ancaman akan kepunahan
> > > > > penyu sangatlah tinggi.
>
> > > > > Nah saat ini kawan-kawan di marine buddies sedang mengerahkan tenaga utk
> > > > > mengumpulkan bukti mengenai supemarket2 yg menjual telur penyu. Foto ini
> > > > > nantinya akan digunakan menjadi barang bukti utk menegur pihak toko.
> > > > > Tentunya dimulai dari cara yang paling halus.
>
> > > > > Barangkali kawan-kawan GL berminat untuk ikut buka mata & telinga, lihat2
> > > > > dgn seksama apakah supermarket yg biasa kalian datangi menjual telur penyu.
> > > > > Baik itu yang tinggal di Jabodetabek, Bandung, dan kota2 lain. Ajak juga
> > > > > anak, keponakan & murid2 Anda utk ikut jd DETEKTIF PENYU.
>
> > > > > Bagi yang melihat, segera ambil fotonya. Klo bisa, gk hanya foto telur
> > > > > penyu-nya saja, tp hal2 yg menunjukkan dimn telur tersebut di jual. Misal,
> > > > > ada tag harga dgn logo tokonya, atau minta pelayan tokonya utk pegangin trus
> > > > > di foto bersama (ooops itu berlebihan yak :-) ).....be creative aja.
>
> > > > > Segera layangkan foto tersebut, beserta info nama toko yg menjual beserta
> > > > > alamatnya, ke:  *marinebudd...@gmail.com *
>
> > > > > Bagi yang berminat utk lihat thread diskusi ttg ini di milis Marbud atau
> > > > > minat utk ikut gabung, bs mampir ke: *http://groups.google.com/group/marinebuddies*
> > > > > websitenya bs dilihat di: *www.marinebuddies.org*
>
> > > > > Yuk....mari ikut menyelamatkan penyu yang semakin hari semakin terancam
> > > > > punah.
>
> > > > > salam,
> > > > > melly
>
> > > > > ---------- Forwarded message ----------
> > > > > From: Marine Buddies <marinebudd...@gmail.com>
> > > > > Date: 2010/5/21
> > > > > Subject: [MarineBuddies] JUAL TELUR PENYU: Superindo Dago, Bandung!
> > > > > To: marinebuddies <marinebuddies@googlegroups.com>
>
> > > > > dari facebook kawan buddies!
>
> > > > > Click on people's faces in the photo to tag them.
> > > > > Fabio will be asked to approve all tags before others can see them.
>
> > > > > *http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs563.snc3/30754_14875073...
> > > > > *
>
> > > > > bagaimana ini buddies?
>
> > > > > kita perlu layangkan surat terbuka ke pihak pengelola superindo? bagaimana
> > > > > ini?
>
> > > > > help help help.... -______-
>
> > > > > ayo buddies! kita harus lakukan sesuatu!
>
> > > > > DEMO? atau PETISI? atau SURAT TERBUKA?
>
> > > > > ada ide lain?
>
> > > > > cheers,
> > > > > aulsss
> > > > > moderator
>
> > > > > --
> > > > > Anda menerima pesan ini karena berlangganan ke Grup "MarineBuddies"
> > > > > Google Groups.
> > > > > Untuk memposting ke grup ini, kirimkan email ke
> > > > > marinebuddies@googlegroups.com
> > > > > Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke
> > > > > marinebuddies+unsubscribe@googlegroups.com<marinebuddies%2Bunsubscribe@goog legroups.com>
> > > > > Untuk pilihan lain (setting pengiriman dan lain-lain), kunjungi grup ini dihttp://groups.google.co.id/group/marinebuddies?hl=id?
>
> > > > > --
> > > > > You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
> > > > > To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
> > > > > To unsubscribe from this
>
> ...
>
> read more »

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id