Tuesday, 8 June 2010

[greenlifestyle] [artikel ] Mewaspadai Trik-trik Barat : Bisnis Pemanasan Global

Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/

 

Mencari Bukti Emisi Karbon
08-Jun-2010
Selasa, 8 Juni 2010 | 04:22 WIB

YUNI IKAWATI


Sebagai negara tropis yang memiliki kawasan hutan terluas, Indonesia dituding sebagai pencemar terbesar gas rumah kaca terutama akibat praktik pembukaan lahan dan hutan. Untuk dapat membantah ketidakbenaran pernyataan itu, Indonesia berupaya melakukan pengukuran emisi karbonnya.Riset mengenai perubahan iklim juga dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran dampak yang ditimbulkan, seperti naiknya permukaan laut, munculnya bencana alam yang semakin sering (banjir, kekeringan, dan badai), kekerapan kejadian cuaca yang ekstrem dan timbulnya berbagai penyakit.[read]

 Mewaspadai Trik-trik Barat : Bisnis Pemanasan Global
08-Jun-2010
Selasa, 8 Juni 2010 | 04:31 WIB

Pemanasan global sudah menjadi berita mendunia karena menyebabkan kerusakan lingkungan. Bencana ini mencuatkan seruan global soal pentingnya penurunan emisi gas buang, penyebab pemanasan. Akan tetapi, mengatakan tekanan begitu kuat pada negara berkembang, dengan iming-iming bantuan, agar bersedia mengurangi emisi gas buang?Sekadar informasi, pada pertemuan puncak lingkungan hidup Desember tahun lalu, di Kopenhagen, Denmark, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencanangkan kesediaan mengurangi emisi gas buang 26 persen selama satu dekade ke depan. Lebih jauh, Indonesia menawarkan penurunan emisi hingga 41 persen jika ada bantuan memadai dari dunia internasional untuk penurunan emisi tersebut.[read]

 Tidak Dibatasi, Konsumsi BBM Subsidi Lebihi Kuota
07-Jun-2010
Senin, 7 Juni 2010 - 13:47 wib

Rheza Andhika Pamungkas - Okezone

JAKARTA - Konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk 2010 diperkirakan akan melebihi kuota. Pasalnya, hingga Mei 2010 sudah melebihi kuota dibanding alokasi bulanan sebesar delapan besar.Anggote Komite BPH Migas Jogi Parajogo menyatakan, jika pemerintah tidak segera memperbaiki regulasi pendistribusian BBM bersubsidi maka kelebihan kuota tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun.[read]

 Kebijakan Energi Tak Pernah Pro Rakyat
07-Jun-2010
Senin, 7 Juni 2010
JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah diminta segera menyelesaikan sejumlah masalah dalam tata niaga energi primer, seperti bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji. Penyelesaian harus dilakukan agar pemerintah bisa menyediakan energi murah bagi rakyat.
Selama ini, paradigma yang diusung pemerintah melalui berbagai kebijakan energi justru jauh dari keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. Bahkan, pemerintah terus bertekad melepaskan harga BBM, gas elpiji, dan listrik kepada mekanisme pasar, tanpa mengupayakan produksi energi yang lebih efisien dan efektif. Apalagi, produksi energi seperti BBM maupun listrik dihasilkan melalui sumber bahan baku dari dalam negeri, sehingga tidak memiliki dasar kuat "dipaksa" mengikuti harga pasar, apalagi internasional.[read]