Pertumbuhan Ekonomi dan Emisi Karbon Indonesia
OLEH: ABIGAIL HAKIM
Beberapa waktu yang lalu, Badan Meteorologi, Klima tologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan laporan tentang kenaikan level emisi karbon di Indonesia, di mana tahun 2004 tingkat emisi karbon Indonesia berada di tingkat 372 parts per million (ppm), kemudian melejit ke 382 ppm di tahun 2009.
Peningkatan emisi ini disebabkan setiap tahun terjadi kebakaran hutan, konversi lahan gambut di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan peningkatan industri yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi.
Tidak heran apabila pada laporan terpisah BKMG juga melaporkan peningkatan hujan asam di Indonesia. Hujan asam disebabkan oleh polutan di udara, sulfur dioksida (SO2), nitrogen oksida (NOX), dan karbon dioksida (CO2) yang juga merupakan hasil pembakaran bahan bakar fosil.
Tingkat keasaman diukur dengan skala pH 0-14. Semakin rendah tingkat pH-nya, semakin asam cairan tersebut, di mana rata-rata tingkat keasaman air hujan di kota-kota besar di bawah level netral pH 5.6, seperti Jakarta pH 4.52, Manado pH 4.22, Pontianak 4.29, dan Bogor 4.4
Lanjutkan di <http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/pertumbuhan-ekonomi-dan-emisi-karbon-indonesia/>
.
From: imat <imat@pelangi.or.id>
To: greenlifestyle@googlegroups.com
Sent: Thu, July 22, 2010 7:22:08 AM
Subject: [greenlifestyle] [artikel ]Cina, Raja Baru Konsumsi Energi Dunia
Berita lainnya dan selengkapnya : http://library.pelangi.or.id/
Senator Reid Seeking Consensus On Climate Bill
22-Jul-2010
Date: 22-Jul-10
Country: USA
Author: Timothy Gardner and Christopher Doering
With time running out on the congressional calendar, Senate Majority Leader Harry Reid said on Tuesday he was still grappling for consensus among Democrats to forge a new climate and energy bill."We're really not at the point where I can determine what is best for the caucus," Reid told reporters when asked whether he would have a bill ready next week for the full Senate to debate.
Cina, Raja Baru Konsumsi Energi Dunia
21-Jul-2010
Rabu, 21 Juli 2010, 16:54 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, LONDON --Bukan Amerika Serikat (AS), Rusia, apalagi Jepang, yang menjadi konsumen energi terbesar di dunia. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) mengumumkan, Cina sukses menggeser AS dari tampuk puncak klasemen negara pengguna energi di dunia untuk total konsumsi tahun lalu.
'Revisi UU Migas berisiko hambat investasi'
21-Jul-2010
Rabu, 21/07/2010 19:52:02 WIB
Oleh: Nurbaiti
JAKARTA (Bisnis.com): Satu pengamat menilai menilai rencana revisi Undang-Undang Migas No. 22 Tahun 2001 beresiko menghambat investasi dan memberikan biaya tambahan di sektor tersebut.
Menurut pengamat minyak dan gas bumi (migas) Institut Teknologi Bandung Rudi Rubiandini, revisi tersebut menimbulkan masalah ketidakpastian hukum dan biaya baru bagi negara. Di sisi lain, investasi baru dengan sendirinya juga akan tertahan.
Boediono: Komitmen Hapus Emisi Gas 26 Persen
21-Jul-2010
Rabu, 21 Juli 2010 19:42 WIB
Denpasar (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono mengatakan, Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk menghapus emisi karbon dioksida sebesar 26 pesen pada tahun 2020."Untuk mewujudkan komitmen itu berbagai upaya kita telah lakukan, di antaranya melakukan konservasi hutan dan lingkungannya," katanya di Sanur, Bali, Rabu.Pada acara pembukaan konferensi internasional "Association for Tropical Biology and Conservation (ATBC) 2010", ia juga mengatakan, kebijakan pemerintah lebih memprioritaskan ketahanan pangan dan energi dalam upaya menghadapi perubahan iklim tersebut.
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id