Patut didiskusikan lebih lanjut bung..kapan kita bisa berdiskusi
bersama-sama dengan yang lain..
Salam Perubahan
-Kebenaran Bisa Disalahkan Tapi Kebenaran Tak Bisa Dikalahkan-
On 6/6/10,
henkmahendra@gmail.com <
henkmahendra@gmail.com> wrote:
> Setuju! :)
>
> " Careful deliberate planning mixed with spurts of randomness. That is what
> you need, a balance of both! " -- HM (opiniku :D)
>
> Dukung pemerataan kesempatan wirausaha produk2 kreatif ramah lingkungan! :D
>
> Salam NKRI Hijau Kita Bersama!
>
> HM
> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>
> -----Original Message-----
> From: Orang Tani <
orang.tani@gmail.com>
> Sender:
greenlifestyle@googlegroups.com> Date: Sat, 5 Jun 2010 05:57:44
> To: <
greenlifestyle@googlegroups.com>
> Reply-To:
greenlifestyle@googlegroups.com> Subject: [greenlifestyle] Silent Revolution !!!
>
> Teman-teman GL yang budiman,
> Saya sedang melakukan sebuah riset untuk melihat sejauh apa masyarakat
> Indonesia mau melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan untuk menjadi
> green dan sustainable.
>
> Di samping mendatangi beberapa lokasi di Jawa dan Bali saya juga masuk ke
> komunitas virtual Milis. Yang mengejutkan, ternyata rata-rata Milis yang
> mendiskusikan berbagai persoalan bangsa dan negara itu sama sekali tidak
> peduli dengan masalah lingkungan apalagi mau mengubah gaya hidup. Mereka
> jauh lebih tertarik bicara terus masalah korupsi, teroris, debat agama,
> Susno, SBY, dan sekarang makin riuh dengan Gaza dan Israel-Palestina....
>
> Nah, bagaimana kalau saya melempar ide *KAMPUNG PERUBAHAN* dan *JARINGAN
> PERUBAHAN INDONESIA* di milis GL, apa respons teman2 ??? Anda tidak harus
> menyenangkan saya dengan merespons positif...hehehe.....kalau menurut Anda
> itu tidak bisa dilakukan justru saya ingin mendengar apa hambatan/kendala
> nya untuk membuat Kampung Perubahan dan Jaringan Perubahan bisa berjalan di
> Indonesia? Itulah pertanyaan yang saya cari jawabannya dalam riset ini.
>
> Saya yakin anggota milis GL sudah tahu ancaman sbb:
>
> 1. Perubahan Iklim: Krisis pangan, krisis air bersih, banjir, kekeringan.
> Sudah mulai.
>
> 2. Habisnya Minyak Bumi: Krisis energi sudah mulai. 30-40 thn lagi minyak
> diduga akan habis.
>
> 3. Penipisan cadangan sumberdaya alam di semua sektor dan krisis semua
> penopang
> kehidupan kita sudah mulai, pencemaran air, udara, tanah. Anda tahu kan
> kecepatan
> kehilangan hutan Indonesia sekarang 1.3 - 2 juta hektar/tahun?
>
> 4. Gangguan kesehatan jiwa baik individual maupun sosial dikarenakan
> banyaknya
> kekecewaan pada pemerintah dan pada situasi secara umum
>
> 5. Konflik horizontal, karena pemerintah tidak bisa menjembatani perbedaan
> dan keragaman
> kultural dalam masyarakat
>
> 6. Dekadensi moral generasi muda dan masuknya faham2/aliran pemikiran yang
> membingungkan dan mengganggu proses transfer nilai antar generasi
>
> 7. Terjadinya Krisis Identitas dan Krisis Kebudayaan yang akut
>
> *Sedangkan,*
>
> Kita juga tidak melihat adanya titik terang harapan dari jalannya pemerintah
> yang sekarang, Malah makin besar peluang negara kita diobok-obok kekuatan
> asing (contoh: (yang banyak beredar di milis2) dengan dijadikannya bekas
> menteri keuangan menjadi direktur bank dunia)
>
>
> *Jadi*
>
> *Bagaimana kalau kita milis Green Lifestyle ini saja yang mengambil alih
> menentukan nasib bangsa ini ke depan?*
> **
> *Caranya?*
>
> Masing2 kita di milis ini jadi pemimpin gerakan KAMPUNG PERUBAHAN yang
> dimulai di kampung atau lingkungan kita masing-masing.
>
> *
> *
>
> *Lalu,*
>
> Kita buat networking JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA . Jaringan ini
> berkomunikasi melalui internet website
>
> Masing2 kita menjadi inisiator membuat "Kampung Perubahan" di tempat kita
> sendiri-sendiri.
>
> *Apa saja yang dilakukan? *
>
> Bertahap.
>
> *Tahap Pertama:*
>
> 1. Menggencarkan program KB
>
> 2. Mendidik masyarakat tentang kegawatan situasi (saya bisa kasih
> bahannya)
>
> 3. Perubahan gaya hidup:
>
> a. Hemat energi
>
> b. Beli produk lokal
>
> c. Belanja di pasar tradisional dan toko tradisoonal (tidak lagi ke
> Carrefour/ Hero/Sogo/......semua supermarket/café/ restoran
> chaín/multinational, tapi mencari yang pedagang lokal untuk menghidupkan
> ekonomi lokal)
>
> *Tahap Kedua:*
>
> 1. Menuntut pemerintah menyediakan transportasi umum
>
> 2. Menuntut pemerintah membuatkan hutan kota dan green area, membuat
> lubang resapan air, membenahi sungai, selokan dan saluran air.
>
> 3. Berhenti memakai pembantu rumah tangga di rumah dan mendorong
> repatriasi mereka dan pekerja marjinal di kota pulang kampung dan bertani
> lagi. (Nyonya2 Indonesia terlalu manja dengan pakai pembantu, ini yang bikin
> mereka punya banyak waktu dan hobi belanja dan akhirnya suami jadi
> korupsi. Itulah
> sebabnya indonesia punya jumlah mall tertinggi di dunia)
>
>
>
> *Tahap Ketiga:*
>
> 1. Mempelopori pendidikan peace education di sekolah dengan menggali
> nilai-nilai Timur sendiri
>
> 2. Mendorong para ulama-ulami, pendeta-pendeti, duduk bersama membicarakan
> masalah umatnya yang terus berantem.
>
> 3. Menuntut semua agama menghentikan kegiatan misionaris untuk menarik
> umat lain ke dalam agamanya (ini sumber masalah dari dulu sampai sekarang)
>
>
>
> *Tahap Keempat:*
> 1. Menuntut pemerintah melakukan perubahan kurikulum pendidikan yang
> sesuai dengan keadaan darurat ini (contoh: buat apa anak pintar matematika
> Kumon tapi bloon ketrampilan hidup, misalnya)
>
> 2. Menularkan/ mengajarkan/ menyebarkan inisiatif gerakan KAMPUNG
> PERUBAHAN ini kepada teman/saudara/kerabat di kota, desa dan propinsi lai
>
> *Tahap Kelima, Keenam,....menyusul, sesuai perkembangan*
>
>
>
> Dengan network JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA ini kita ubah milis Green
> Lifestyle dari sekedar *KERUMUNAN* menjadi *BARISAN.*
>
> Dan karena berbentuk network Anda tidak bekerja sendirian melainkan
> terhubung dengan yang lain. Kalau mau nuntut pemerintah, kita keroyok
> bareng, kalau menuntut ulama-ulami, pendeta-pendeti, kita keroyok bareng.
> Bagaimana? Ide gila? Hehehehe...
>
> Di saat seperti ini kita perlu ide gila begini untuk keluar dari kebuntuan,
> Kawan.
>
> Kalau tidak, kalian bisa gila beneran....
>
>
> Silakan lihat link-nya di bawah ini. People around the world sedang
> melakukan begini juga:
>
http://totnes.transitionnetwork.org/>
>
http://www.transitiontowns.org.nz/lyttelton>
>
http://www.transitionnetwork.org/about>
> Saya tunggu tanggapan kawan-kawan GL. Tampaknya kalian sangat
> konsisten peduli pada problem lingkungan di sekitar kita. Mohon memberikan
> tanggapan yang jujur agar bisa kita ukur sama-sama apakah gerakan ini bisa
> dijalankan secara realistis.
>
> Saya cuma mikir kalau bukan kalian yang memulai gerakan 'transition town' di
> Indonesia lalu siapa lagi?
>
> Terima kasih dan Salam lestari,
>
> Wardah
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to
greenlifestyle@googlegroups.com> To unsubscribe from this group, send email to
>
greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com> For more options, visit this group at
>
http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to
greenlifestyle@googlegroups.com> To unsubscribe from this group, send email to
>
greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com> For more options, visit this group at
>
http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id--
Sent from my mobile device
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to
greenlifestyle@googlegroups.comTo unsubscribe from this group, send email to
greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.comFor more options, visit this group at
http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id