Wednesday, 9 June 2010

Re: [greenlifestyle] Silent Revolution !!!

allow salam kenal mba,...
saya ngedukung usaha mba,..dan sebetulnya saya udah mulai
merenecanakan,..kebetulan baru pindah dilingkungan baru /perumahan
baru yang membutuhkan banyak perhatian, salah satunya masalah
lingkungan,...tapi ternyata ngga semudah yang saya bayangkan, baru
mensosialisasikan aja susah banget,....dan akhirnya saya mengambil
inisiatif sendiri bahwa perubahan awal adalah menerapkan dikeluarga
sendiri,bikin biopori dilingkungan rumah,memisahkan sampah organik dan
non organik, membiasakan anak2 menanam dan merawat tanamanya,...dan
itu saat ini yang bisa saya lakukan,...


Pada 5 Juni 2010 05:57, Orang Tani <orang.tani@gmail.com> menulis:
> Teman-teman GL yang budiman,
> Saya sedang melakukan sebuah riset untuk melihat sejauh apa masyarakat
> Indonesia mau melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan untuk menjadi
> green dan sustainable.
>
> Di samping mendatangi beberapa lokasi di Jawa dan Bali saya juga masuk ke
> komunitas virtual Milis.  Yang mengejutkan, ternyata rata-rata Milis yang
> mendiskusikan berbagai persoalan bangsa dan negara itu sama sekali tidak
> peduli dengan masalah lingkungan apalagi mau mengubah gaya hidup. Mereka
> jauh lebih tertarik bicara terus masalah korupsi, teroris, debat agama,
> Susno, SBY, dan sekarang makin riuh dengan Gaza dan Israel-Palestina....
>
> Nah, bagaimana kalau saya melempar ide KAMPUNG PERUBAHAN dan JARINGAN
> PERUBAHAN INDONESIA di milis GL, apa respons teman2 ???   Anda tidak harus
> menyenangkan saya dengan merespons positif...hehehe.....kalau menurut Anda
> itu tidak bisa dilakukan justru saya ingin mendengar apa hambatan/kendala
> nya untuk membuat Kampung Perubahan dan Jaringan Perubahan bisa berjalan di
> Indonesia? Itulah pertanyaan yang saya cari jawabannya dalam riset ini.
>
> Saya yakin anggota milis GL sudah tahu ancaman sbb:
>
> 1. Perubahan Iklim: Krisis pangan, krisis air bersih, banjir, kekeringan.
> Sudah mulai.
>
> 2. Habisnya Minyak Bumi: Krisis energi sudah mulai. 30-40 thn lagi minyak
> diduga akan habis.
>
> 3. Penipisan cadangan sumberdaya alam di semua sektor dan krisis semua
> penopang
>     kehidupan kita sudah mulai, pencemaran air, udara, tanah. Anda tahu kan
> kecepatan
>     kehilangan hutan Indonesia sekarang 1.3 - 2 juta hektar/tahun?
>
> 4. Gangguan kesehatan jiwa baik individual maupun sosial dikarenakan
> banyaknya
>     kekecewaan pada pemerintah dan pada situasi secara umum
>
> 5. Konflik horizontal, karena pemerintah tidak bisa menjembatani perbedaan
> dan keragaman
>     kultural dalam masyarakat
>
> 6. Dekadensi moral generasi muda dan masuknya faham2/aliran pemikiran yang
>     membingungkan dan mengganggu proses transfer nilai antar generasi
>
> 7. Terjadinya Krisis Identitas dan Krisis Kebudayaan yang akut
>
> Sedangkan,
>
> Kita juga tidak melihat adanya titik terang harapan dari jalannya pemerintah
> yang sekarang, Malah makin besar peluang negara kita diobok-obok kekuatan
> asing (contoh: (yang banyak beredar di milis2) dengan dijadikannya bekas
> menteri keuangan menjadi direktur bank dunia)
>
> Jadi
>
> Bagaimana kalau kita milis Green Lifestyle ini saja yang mengambil alih
> menentukan nasib bangsa ini ke depan?
>
>
> Caranya?
>
> Masing2 kita di milis ini jadi pemimpin gerakan KAMPUNG PERUBAHAN yang
> dimulai di kampung atau lingkungan kita masing-masing.
>
> Lalu,
>
> Kita buat networking JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA . Jaringan ini
> berkomunikasi melalui internet website
>
> Masing2 kita menjadi inisiator membuat "Kampung Perubahan" di tempat kita
> sendiri-sendiri.
>
> Apa saja yang dilakukan?
>
> Bertahap.
>
> Tahap Pertama:
>
> 1.   Menggencarkan program KB
>
> 2.   Mendidik masyarakat tentang kegawatan situasi (saya bisa kasih
> bahannya)
>
> 3.   Perubahan gaya hidup:
>
> a.    Hemat energi
>
> b.   Beli produk lokal
>
> c.    Belanja di pasar tradisional dan toko tradisoonal (tidak lagi ke
> Carrefour/ Hero/Sogo/......semua supermarket/café/ restoran
> chaín/multinational, tapi mencari yang pedagang lokal untuk menghidupkan
> ekonomi lokal)
>
>  Tahap Kedua:
>
> 1.   Menuntut pemerintah menyediakan transportasi umum
>
> 2.   Menuntut pemerintah membuatkan hutan kota dan green area, membuat
> lubang resapan air, membenahi sungai, selokan dan saluran air.
>
> 3.   Berhenti memakai pembantu rumah tangga di rumah dan mendorong
> repatriasi mereka dan pekerja marjinal di kota pulang kampung dan bertani
> lagi. (Nyonya2 Indonesia terlalu manja dengan pakai pembantu, ini yang bikin
> mereka punya banyak waktu dan hobi belanja dan akhirnya suami jadi korupsi.
> Itulah sebabnya indonesia punya jumlah mall tertinggi di dunia)
>
>
>
> Tahap Ketiga:
>
> 1.   Mempelopori pendidikan peace education di sekolah dengan menggali
> nilai-nilai Timur sendiri
>
> 2.   Mendorong para ulama-ulami, pendeta-pendeti, duduk bersama membicarakan
> masalah umatnya yang terus berantem.
>
> 3.   Menuntut semua agama menghentikan kegiatan misionaris untuk menarik
> umat lain ke dalam agamanya (ini sumber masalah dari dulu sampai sekarang)
>
>
>
> Tahap Keempat:
>
>  1.   Menuntut pemerintah melakukan perubahan kurikulum pendidikan yang
> sesuai dengan keadaan darurat ini (contoh: buat apa anak pintar matematika
> Kumon tapi bloon ketrampilan hidup, misalnya)
>
> 2.   Menularkan/ mengajarkan/ menyebarkan inisiatif gerakan KAMPUNG
> PERUBAHAN ini kepada teman/saudara/kerabat di kota, desa dan propinsi lai
>
> Tahap Kelima, Keenam,....menyusul, sesuai perkembangan
>
>
>
> Dengan network JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA ini kita ubah milis Green
> Lifestyle dari sekedar KERUMUNAN menjadi BARISAN.
>
> Dan karena berbentuk network Anda tidak bekerja sendirian melainkan
> terhubung dengan yang lain. Kalau mau nuntut pemerintah, kita keroyok
> bareng, kalau menuntut ulama-ulami, pendeta-pendeti, kita keroyok bareng.
>
> Bagaimana? Ide gila? Hehehehe...
>
> Di saat seperti ini kita perlu ide gila begini untuk keluar dari kebuntuan,
> Kawan.
>
> Kalau tidak, kalian bisa gila beneran....
>
> Silakan lihat link-nya di bawah ini. People around the world sedang
> melakukan begini juga:
>
> http://totnes.transitionnetwork.org/
>
> http://www.transitiontowns.org.nz/lyttelton
>
> http://www.transitionnetwork.org/about
>
> Saya tunggu tanggapan kawan-kawan GL. Tampaknya kalian sangat
> konsisten peduli pada problem lingkungan di sekitar kita.  Mohon memberikan
> tanggapan yang jujur agar bisa kita ukur sama-sama apakah gerakan ini bisa
> dijalankan secara realistis.
>
> Saya cuma mikir kalau bukan kalian yang memulai gerakan 'transition town' di
> Indonesia lalu siapa lagi?
>
> Terima kasih dan Salam lestari,
>
> Wardah
>
>
>
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to
> greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
> For more options, visit this group at
> http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id