Karena masih berusia muda gerakan ini belum terbukti keefektifannya melawan laju kecepatan kerusakan lingkungan dan sosial di dalam skala besar mengingat begitu kuatnya arus konsumerisme dan industrialisasi serta kuatnya genggaman korporasi/dunia bisnis dalam menentukan policy pemerintah. Tetapi dalam skala kecil, skala komunitas lokal (desa/kampung), bisa dikatakan gerakan mereka terbukti berhasil: penduduknya menjadi hemat energi, mengurangi pemakaian kendaraan bermotor diganti sepeda, menanam sayur di rumah dan di community garden, mereka tidak membeli barang2 impor, mengubah gaya hidup menjadi sederhana, keluarga mereka tanpa TV, berhenti makan fast food dan kembali memasak, suami-istri mengerjakan sendiri semua keperluan di rumah bahkan merenovasi rumah sendiri :)), mereka membuat tempat penjualan barang bekas, cloth recycle, mereka membuat worm farm (cacing) untuk memakan sampah dapur dan dijadikan kompos, pendidikan lingkungan di sekolah, dsb.
Nah keadaan kita di Indonesia sebetulnya bisa dibilang jauh lebih parah dari kerusakan di negara maju baik alam maupun sosialnya…….(saya jadi sulit mau melanjutkan bicara)……saya kira Anda sudah cukup tahu. Perekonomian negara kita dibangun dari industri ekstraktif (menguras sumberdaya alam) yang berbasis export-oriented industry, serta masuknya modal asing dari perekonomian global membuat Indonesia makin tak terkendali, ditambah lagi perdagangan bebas Free Trade, jadi lengkap sudah.
Dalam situasi seperti ini saya melihat cuma ada satu cara, yaitu membuat gerakan transition town seperti di negara maju tsb untuk komunitas kecil di Indonesia (RT/RW/desa). Kalau banyak orang yang melakukan ini, apalagi kalau mereka terhubung dalam satu jaringan maka akan punya kekuatan untuk menuntut perubahan melalui UU otonomi daerah.
Salam,
Ide-nya menarik juga....tapi ada yang mengganjal terutama masalah perubahan iklim yang dianggap sebagai ancaman nomor 1 (kalau dari tulisannya mbak Wardah). Sepanjang pengetahuan saya sebagai orang biasa.....saat ini istilah "Perubahan Iklim" dan "Pemanasan Global" telah menjadi tren dan seolah-olah seperti sebuah dogma/keyakinan/agama baru.
Semua aspek selalu dikaitkan dengan perubahan iklim dan pemanasan global, misalnya kejadian banjir dan kekeringan di sebagian wilayah Indonesia selalu di vonis akibat perubahan iklim. Yang lainnya, Pembukaan lahan-lahan pertanian dan perkebunan baru dikaitkan juga dengan perubahan iklim dst...dst
Kemudian pada saat ini seolah-olah dengan menurunkan emisi karbon..persoalan perubahan iklim selesai..:). Saya setuju dengan perubahan lingkungan yang makin menurun dalam memberikan jasa alaminya baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan kita harus berbuat untuk memperbaiki, mengurangi resikonya ataupun mengadaptasinya, Tetapi saya tidak sepakat kalau semuanya selalu disangkutkan ke perubahan iklim. Saya suka mengibaratkan seperti ini "Kalau aqidahnya saja sudah meragukan atau bahkan salah, maka syariat apapun yang dilakukan pasti salah"
Mohon maaf kalau kurang berkenan, saya sekedar memberikan prespektif lain dan terbuka untuk mendiskusikan hal ini, terutama masalah perubahan iklim.
Salam
idung (http://banyumilih.blogspot.com)
Pada 7 Juni 2010 14:13, anita arif <anita_sy_ar@yahoo.com> menulis:
Orang Tani alias Mba' Wardah yang mulia, dan teman2 GL sekalian ...
Setuju, dan salut dengan kesadaran dan penyebaran kesadaran ini... Silent Revolution... artinya, kita lebih perlu bertindak daripada berteriak2 kan...? Dan selalu mulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga untuk memberi teladan... Dan seterusnya bisa lebih luas lagi untuk membentuk network...
Ya, mari kita mulai... bagi yang sudah mulai, mari kita teruskan...
Salam Lestari,
anita
From: Orang Tani <orang.tani@gmail.com>
To: greenlifestyle@googlegroups.com
Sent: Sat, June 5, 2010 5:57:44 AM
Subject: [greenlifestyle] Silent Revolution !!!
Teman-teman GL yang budiman,
Saya sedang melakukan sebuah riset untuk melihat sejauh apa masyarakat Indonesia mau melakukan perubahan gaya hidup yang signifikan untuk menjadi green dan sustainable.
Di samping mendatangi beberapa lokasi di Jawa dan Bali saya juga masuk ke komunitas virtual Milis. Yang mengejutkan, ternyata rata-rata Milis yang mendiskusikan berbagai persoalan bangsa dan negara itu sama sekali tidak peduli dengan masalah lingkungan apalagi mau mengubah gaya hidup. Mereka jauh lebih tertarik bicara terus masalah korupsi, teroris, debat agama, Susno, SBY, dan sekarang makin riuh dengan Gaza dan Israel-Palestina....
Nah, bagaimana kalau saya melempar ide KAMPUNG PERUBAHAN dan JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA di milis GL, apa respons teman2 ??? Anda tidak harus menyenangkan saya dengan merespons positif...hehehe.....kalau menurut Anda itu tidak bisa dilakukan justru saya ingin mendengar apa hambatan/kendala nya untuk membuat Kampung Perubahan dan Jaringan Perubahan bisa berjalan di Indonesia? Itulah pertanyaan yang saya cari jawabannya dalam riset ini.
Saya yakin anggota milis GL sudah tahu ancaman sbb:
1. Perubahan Iklim: Krisis pangan, krisis air bersih, banjir, kekeringan. Sudah mulai.
2. Habisnya Minyak Bumi: Krisis energi sudah mulai. 30-40 thn lagi minyak diduga akan habis.
3. Penipisan cadangan sumberdaya alam di semua sektor dan krisis semua penopangkehidupan kita sudah mulai, pencemaran air, udara, tanah. Anda tahu kan kecepatankehilangan hutan Indonesia sekarang 1.3 - 2 juta hektar/tahun?
4. Gangguan kesehatan jiwa baik individual maupun sosial dikarenakan banyaknyakekecewaan pada pemerintah dan pada situasi secara umum
5. Konflik horizontal, karena pemerintah tidak bisa menjembatani perbedaan dan keragamankultural dalam masyarakat
6. Dekadensi moral generasi muda dan masuknya faham2/aliran pemikiran yangmembingungkan dan mengganggu proses transfer nilai antar generasi7. Terjadinya Krisis Identitas dan Krisis Kebudayaan yang akut
Sedangkan,
Kita juga tidak melihat adanya titik terang harapan dari jalannya pemerintah yang sekarang, Malah makin besar peluang negara kita diobok-obok kekuatan asing (contoh: (yang banyak beredar di milis2) dengan dijadikannya bekas menteri keuangan menjadi direktur bank dunia)
Jadi
Bagaimana kalau kita milis Green Lifestyle ini saja yang mengambil alih menentukan nasib bangsa ini ke depan?
Caranya?Masing2 kita di milis ini jadi pemimpin gerakan KAMPUNG PERUBAHAN yang dimulai di kampung atau lingkungan kita masing-masing.
Lalu,
Kita buat networking JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA . Jaringan ini berkomunikasi melalui internet website
Masing2 kita menjadi inisiator membuat "Kampung Perubahan" di tempat kita sendiri-sendiri.
Apa saja yang dilakukan?
Bertahap.
Tahap Pertama:
1. Menggencarkan program KB
2. Mendidik masyarakat tentang kegawatan situasi (saya bisa kasih bahannya)
3. Perubahan gaya hidup:
a. Hemat energi
b. Beli produk lokal
c. Belanja di pasar tradisional dan toko tradisoonal (tidak lagi ke Carrefour/ Hero/Sogo/......semua supermarket/café/ restoran chaín/multinational, tapi mencari yang pedagang lokal untuk menghidupkan ekonomi lokal)
Tahap Kedua:
1. Menuntut pemerintah menyediakan transportasi umum
2. Menuntut pemerintah membuatkan hutan kota dan green area, membuat lubang resapan air, membenahi sungai, selokan dan saluran air.
3. Berhenti memakai pembantu rumah tangga di rumah dan mendorong repatriasi mereka dan pekerja marjinal di kota pulang kampung dan bertani lagi. (Nyonya2 Indonesia terlalu manja dengan pakai pembantu, ini yang bikin mereka punya banyak waktu dan hobi belanja dan akhirnya suami jadi korupsi. Itulah sebabnya indonesia punya jumlah mall tertinggi di dunia)
Tahap Ketiga:
1. Mempelopori pendidikan peace education di sekolah dengan menggali nilai-nilai Timur sendiri
2. Mendorong para ulama-ulami, pendeta-pendeti, duduk bersama membicarakan masalah umatnya yang terus berantem.
3. Menuntut semua agama menghentikan kegiatan misionaris untuk menarik umat lain ke dalam agamanya (ini sumber masalah dari dulu sampai sekarang)
Tahap Keempat:
1. Menuntut pemerintah melakukan perubahan kurikulum pendidikan yang sesuai dengan keadaan darurat ini (contoh: buat apa anak pintar matematika Kumon tapi bloon ketrampilan hidup, misalnya)2. Menularkan/ mengajarkan/ menyebarkan inisiatif gerakan KAMPUNG PERUBAHAN ini kepada teman/saudara/kerabat di kota, desa dan propinsi laiTahap Kelima, Keenam,....menyusul, sesuai perkembangan
Dengan network JARINGAN PERUBAHAN INDONESIA ini kita ubah milis Green Lifestyle dari sekedar KERUMUNAN menjadi BARISAN.
Dan karena berbentuk network Anda tidak bekerja sendirian melainkan terhubung dengan yang lain. Kalau mau nuntut pemerintah, kita keroyok bareng, kalau menuntut ulama-ulami, pendeta-pendeti, kita keroyok bareng.
Bagaimana? Ide gila? Hehehehe...Di saat seperti ini kita perlu ide gila begini untuk keluar dari kebuntuan, Kawan.
Kalau tidak, kalian bisa gila beneran....
Silakan lihat link-nya di bawah ini. People around the world sedang melakukan begini juga:
http://www.transitiontowns.org.nz/lyttelton
http://www.transitionnetwork.org/about
Saya tunggu tanggapan kawan-kawan GL. Tampaknya kalian sangat konsisten peduli pada problem lingkungan di sekitar kita. Mohon memberikan tanggapan yang jujur agar bisa kita ukur sama-sama apakah gerakan ini bisa dijalankan secara realistis.Saya cuma mikir kalau bukan kalian yang memulai gerakan 'transition town' di Indonesia lalu siapa lagi?Terima kasih dan Salam lestari,Wardah
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
