Saya setuju bahawa kepedulian memang untuk semua bukan hanya diperjuangkan untuk segelintir orang tapi semua yg ada di bumi, diskusi ini tambah menarik karena teman bintang menulis tg ecological footprint dan anda menyebut green washing...
Membicarakan ecological footprint pernahkah berpikir berapa watt listrik yg kita gunakan untuk tv, video, camera, hp, ac, kipas angin, vacuum, mesin cuci, setrika, makanan yg kita makan? Asalnya drmn? Dikemas dg apa? Berapa BBM yg dibutuhkan hingga sampai ketangan anda? Menggunakan bahan apa? Berapa zat kimia yg anda punya dirumah?
Sedang untuk green washing, bagaimana pola sehari2 pakai bleachingkah? Pakai yg berbusa? Full phosphat? Brapa air yg digunakan? So, count your EP... And be smart consumer.
Salam
-----Original Message-----
From: Santalum Album
Sent: 01/06/2010 8:37:32 AM
Subject: Re: [greenlifestyle] Cerita dibalik revolusi
Ibu Ning, Bu Aulia, dan teman-teman Greeners lainnya,
Saya senang mengikuti perkembangan diskusinya, mulai Green-washing, menanam pohon, Daur Ulang Sampah, Larangan Merokok, hingga Kantong Kresek. Jika ditarik benang merah, maka ada satu kesimpulan: "Untuk kepentingan (kesehatan, keselamatan, kesejahteraan, dll) kita sendiri, maka kita wajib dan harus memikirkan kepentingan yang lainnya pula!".
Apapun bendanya, maka semua yang ada diatas Bumi ini tentu memiliki peranan yang penting guna kelangsungan kehidupan diatasnya. Sering kita mengistilahkan dengan istilah keren-keren: "Eco-system", namun karena rumitnya, saya yakin jika belum ada seorangpun yang mampu menerangkan bagaimana mekanismenya secara lengkap.
Saya senang, karena mulai ada yang menyuarakan kepedulian pada nasib Penyu, juga Lumba-lumba yang menyantap Kantong Kresek dan pelan-pelan mati. Demikian pula asap rokok yang meracuni banyak orang disekitar, sudah banyak yang berani menolaknya (walaupun baru sebatas formalitas). Namun baiknya saya ingatkan sekali lagi: "Jika sebuah alat digunakan bukan pada fungsinya, maka bisa dipastikan alat tersebut akan cepat mengalami gangguan dan rusak!"
Demikian pula dengan tubuh manusia, yang pada dasarnya (berdasarkan pada tanda-tanda faal pada susunan Gigi dan sistem pencernaan manusia) tidak didesain untuk menjadi pemakan daging (Carnivora) atau pemakan segala (Omnivora), maka yang akan terjadi adanya kerusakan yang cepat bila kita tetap mempertahankan pola makan daging kita. berbagai penyakit akan mendera kita, seperti yang disimpulkan oleh banyak Ilmuwan, salah satunya dr.Tan Shoet Yen (Klinik Wellbeing, BSD Serpong), yang berpendapat bahwa obat-obatan dan makanan yang kita konsumsi selama ini cenderung mematikan "alarm tubuh" kita, sehingga kita tidak merasa jika ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh kita, tiba-tiba saja sudah parah.
Juga saya ingin mengingatkan bahwa jumlah Lumba-lumba dan Penyu yang mati karena menelan kantong Kresek, relatif kecil dibandingkan yang disantap manusia. Jika untuk jumlah yang "sedikit" saja kita sudah mau peduli, tentunya untuk jumlah yang sangat-sangat besar (karena over fishing, dll), tentunya kita harus lebih peduli lagi.
Pada beberapa tulisan yang lalu, dikeluhkan tentang hasil gerakan menanam pohon yang bukan hanya mahal, juga tingkat keberhasilan tumbuhnya sangat kecil (sekitar 5 - 10%) dan baru menunjukkan effektifitas (pendaur ulang CO dan CO2) setelah 4-10 tahun lagi.
Artinya jika ditanam sekarang (th.2010), maka paling cepat barulah pd th. 2015 akan mulai berfungsi. Celakanya menurut perhitungan NASA juga IPCC, dan berbagai Universitas terkemuka lainnya, Lapisan Es di kedua Kutub Bumi sudah habis pada th 2012.
Timbunan es tersebut berfungsi sebagai pemantul sebagian panas matahari yg diterima Bumi kembali keangkasa, juga sebagai Balancing Wheel (roda gila/penyeimbang) agar putaran Bumi pada porosnya berlangsung smooth (tanpa guncangan). Dan sebelum lapisan es itu habispun, kita sudah merasakan akibatnya, berupa meningkatnya aktivitas pergeseran lempeng Bumi yang kita rasakan sebagai gempa Bumi.
Tentang Green-washing: selama ini dikenal bahwa upaya Green-washing hanya dikenakan pada Badan Usaha raksasa, Pemerintahan, Lembaga-lembaga bisnis lainnya. Namun belum ada yang membahas apakah Green-washing juga dilakukan oleh individu-individu.
Artinya: jika kita mendeklarasikan diri kita sebagai "Orang yang peduli pada kelangsungan kehidupan di Bumi/Peduli Lingkungan", namun tanpa disadari ternyata Carbon footprint yg kita hasilkan lebih banyak daripada yang kita hemat, apakah ini tidak analog dengan "Individual Green-washing?"
Dari data yg pernah saya sampaikan pd postingan y.l: maka kontributor Global Warming terbesar adalah: PETERNAKAN (FAO & IPCC menyebutkan = 51% dan masih saja dikoreksi yg menunjukkan kecenderungan meningkat), maka kesimpulannya hal yang paling "Green" , paling "Murah", paling "effektif" mengurangi dan menghentikan Global Warming, dimulai dari sepiring hidangan yang kita santap, ............. BE VEGAN GO GREEN and SAVE THE PLANET.
Mulailah dengan mendukung dan berpartisipasi dalam Gerakan "Meat free Monday" , mulailah untuk menyayangi kesehatan dan keselamatan diri serta orang-orang disekeliling kita LEBIH dari upaya memanjakan lidah kita. Dengan beralih ke pola makan Vegetarian, saya yakin kita akan lebih sabar (lihat saja kebanyakan binatang pemakan rumput bukan termasuk binatang buas). Saya sangat yakin, konflik horizontal yang makin marak terjadi dimana-mana akan jauh berkurang seandainya saja pola makan kita beralih ke Vegetarian!, coba dan beranikan diri, tidak ada kerugian apapun, melainkan hanya kebaikan saja yang anda peroleh!.
Salam hijau selalu,
Gunawan Wibisono
________________________________
From: ning purnomohadi <prasetyo@centrin.net.id>
To: greenlifestyle@googlegroups.com
Sent: Mon, May 31, 2010 6:12:24 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Cerita dibalik revolusi
Mbak Aulia, siapakah gerangan ya?
Wah ikut bersedih juga.
Ya kayaknya orang-2 jaman sekarang kok makin sadis ya? Entah pelan-2 atau langsung banyak korban,lihat saya gas 3 + 12 kg meledak, lapindo, dll.dll. banyak sekali lah! belum lagi kecelakaan pertambangan yang lain, mati ya mati aja lah, pelan-2 kita semua juga menghirup udara terpolusi macam-2 zat pencemar, apalagi klo bukan karne kemacetan L-L sadar maupun tidak, pabrik-2 yang prosesnya ceorboh, mbuh ga bisa disebut lah - tapi ya kita begini-2 aja, cuma jadi umurrelatif makin pendek, coba bandingkan dengan orang-2 tua yang udah mendekati 100 tahun artinya dua generasi terdahulu, mereka masih HIDUP lo, itu juga karena dulu tidak/jarang terpapr polutan dan juga sebab pola makan (dan minum) yang "alami" kurang (tidak) ada zat kimiawi, seperti MSG dkk penyebab yang lain.
Salam prihatin,
Ning P
----- Original Message ----- From: <bintangnugroho@yahoo.com>
To: <greenlifestyle@googlegroups.com>
Sent: Monday, May 31, 2010 1:12 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Cerita dibalik revolusi
> Aha, Public Awareness ! Pasti itu kunci kebijakan publik. Saya coba mempelajari mana yg lebih berpengaruh : public awareness menentukan public policy atau sebaliknya.
> Terimakasih pencerahannya.
>
> Salam
>
>
>
>
>
>
>
> Sent from my BlackBerryŽ
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
>
> -----Original Message-----
> From: "aulia_kpai@yahoo.com" <aulia_kpai@yahoo.com>
> Sender: greenlifestyle@googlegroups.com
> Date: Mon, 31 May 2010 05:52:26
> To: greenlifestyle@googlegroups.com<greenlifestyle@googlegroups.com>
> Reply-To: greenlifestyle@googlegroups.com
> Subject: [greenlifestyle] Cerita dibalik revolusi
>
> Saya hanya ingin berbagi, dan semoga minggu depan sy masih hidup untuk menceritakan hal yg sama kepada swmua teman2 yg ingin berjuang u/negeri ini.
> seperti yg sudah saya tulis dalam email terakhir di kampanye hari tanpa rokok' bahwa kita harus kritis konstruktifd sbg aktifis, by proses dan menumbuhkan public demand...
> Ini kisah di satu daerah yg terkenal dengan tradisi berburu paus, seseorang di negeri yang indah tersebut terkesan dengan kampanye peduli paus, sehingga sebagai wakill dr negeri beradab dia membawa isu tersebut keranah international yang abru digelar baru2 saja di negara yang terkenal sebgai negara "topeng". Selesai menghadiri konferensi internasional putra negri itu tidak kembali lagi, hilang lenyap di tan bumi, bisik2 masyarakat di negeri beradab tsb, mengatakan ada assasination! menurut orang2 bijak disana, masalah public demand belum digarap disana dan paus adalah masalah sensitif karena merupakan tradisi... Seharusnya jangan frontal tapi dibicarakan bersama adat sehingga penyelesaiannya pun masyarakat ikut bertanggung jawab...
> Sesorang tsb sangat sy kenal pernah menjadi peserta workshop saya dan kami mencintainya... Bukan aktifis yg mati tp si transformer.... Dia menjadi tumbal, sayangnya kematian dia membuat isu "paus"
> menjadi rawan...
> Bukankah sebagai aktifis kita harus menumbuhkan public demand dulu... Awareness dulu...
> Salam
> Yang masih bersedih
>
> -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
> For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
>
> -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
> For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
>
-- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id