Segala sesuatu di muka bumi adalah untuk penghuni bumi menkonsumsi dan mengelola secara berkesinambungan. Dan perlu diingat penghuni bumi bukan hanya manusia.
Ketika makna "peternakan" sudah bergeser menjadi industri skala besar yg mengincar profit besar dengan biaya seminim mungkin, sudah jelas itu tidak akan baik. Selain tidak berperikehewanan, juga mungkin daging yg dihasilkan tidak seenak yg dibiarkan di alam lepas.
Bahkan prancis yg katanya berkebudayaan tinggi pun sangat gemar "foie gras". Hati angsa yg di force feed sampai hatinya membengkak dan dibunuh ketika hampir mati krn kegendutan. Ini pun sudah menjadi industri yg mengkhawatirkan. Bisa tanya om google kalo tertarik utk tahu lebih.
Saya rasa makan daging atau jadi vegetarian merupakan pilihan. Gkada yg salah dgn makan daging asal tidak berlebihan. Yg dimaksud industri daging menghasilkan CO2 begitu banyak mungkin adalah ketika sistem peternakan sampai dengan distribusi ke meja makan sudah skala industri besar. Kita hampir gk pernah tau, dr mana asal daging yg dihidangkan di meja makan, melalui proses transportasi apa saja kah? Please cmiiw.
Lalu mengenai qurban, setuju dgn zubaidah bahwa memang banyak org yg merasa makan daging adalah suatu kemewahan yg mgkn baru bs mereka peroleh setahun sekali.
Yg jd masalah adalah krn idul qurban itu masal, jd org bynk melihat darah dan bau pula. Padahal mereka gk sadar mungkin the same amount of cattles juga disembelih setiap harinya di penjagalan, tp toh gkada yg ngeliat, jd ya gk pernah jd concern hehe.
In addition saya impressed dgn suatu lembaga yg sekarang membuat qurban kalengan sehingga lebih tahan lama dan bisa di ditribusikan ke oelosok negeri.
Sekian pendapat saya, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.
Salam,
Dhika
If u wanna make a world a better place, take a look at urself & make the change!
Please Reduce-Reuse-Recycle..
From: zubaidah nuraini <idanora@yahoo.com>
Sender: greenlifestyle@googlegroups.com
Date: Fri, 10 Dec 2010 17:12:57 +0800 (SGT)
To: <greenlifestyle@googlegroups.com>
ReplyTo: greenlifestyle@googlegroups.com
Subject: Re: [greenlifestyle] Eating Animals by Jonathan Safran Voel
| Menurut saya, berqurban adalah pernyataan simbolis bahwa kita bersedia menyerahkan sebagian kecil dari harta kita kepada kaum yang berhak. Banyak masyarakat kita tidak mampu makan daging. Makan daging qurban (yang notabene gratis) setahun sekali merupakan simbol bahwa kaum yang berada memiliki kepedulian sosial kepada kaum yang kurang. Kapan lagi mereka merasakan daging kambing/sapi? Di sini saya rasa lebih banyak fungsi sosialnya. Makan daging berlebihan memang tidak baik, untuk kesehatan kita maupun untuk kesehatan lingkungan hidup. Tapi menurut saya, setahun sekali itu sama sekali tidak berlebihan. Mengingat banyak di antara kaum yang berada bisa makan daging tiga kali sehari. Bahkan ada yang menganggap tempe dan tahu bukanlah lauk. Industrialisasi ternak memang kurang berperikehewanan. Ternak yang dikandangkan seperti sapi perah, sapi pedaging biasanya kurang bergerak karena terkurung. Seperti yang terjadi saat tragedi Merapi, akhirnya banyak ternak yang mati terkena awan panas. Kalau mereka tidak dikurung di kandang atau diikat, saya yakin mereka sudah kabur turun gunung jauh-jauh hari, karena biasanya hewan punya insting untuk mengetahui adanya bahaya. Seperti yang pernah saya lihat di tayangan NatGeo tentang peternakan sapi Jepang di Selandia Baru, sapi itu dibiarkan berkeliaran bebas di alam. Sapi-sapi itu bahagia dan konon dagingnya lebih enak. Memelihara ternak dengan rasa cinta juga akan membuat manusia tidak serakah, sehingga memelihara ternak sesuai kebutuhan saja, tidak untuk memenuhi konsumsi publik dan mencari keuntungan sebesar2nya. Maaf jika ada yang kurang berkenan. Salam, Zubaidah --- On Tue, 12/7/10, anita_sy_ar@yahoo.com <anita_sy_ar@yahoo.com> wrote:
|
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenlifestyle@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle-unsubscribe@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id