Monday, 2 August 2010
[greenlifestyle] Re: [Lintas_angkatan_fal_trisakti] Wajah
[greenlifestyle] [artikel ] Ayo Berpaling ke Tenaga Nuklir
Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/
U.N. Panel To Probe Further Kyoto CO2-Cut Projects
02-Aug-2010
Date: 02-Aug-10
Country:
Author: Michael Szabo
A United Nations climate panel will ask a working group to investigate further claims that a Kyoto Protocol scheme may be incentivizing participants to emit more greenhouse gases, it said on Friday.Several carbon-cutting projects approved under Kyoto's $2.7 billion Clean Development Mechanism (CDM), which helps provide carbon finance to emerging economies, have been accused by green groups of intentionally increasing their emissions in order to destroy them and collect more carbon offsets.![]()
Menhut: Anggaran Pengembangan Kehutanan Belum Terserap
01-Aug-2010
Minggu, 1 Agustus 2010 16:10 WIB
Palangkaraya (ANTARA News) - Menurut Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan, ada sekitar tiga triliun rupiah dana Kementerian Kehutanan yang belum terserap untuk upaya penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola bersama masyarakat.
Hal itu dikemukakannya saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Tengah (Kalteng) di Palangkaraya, Minggu.![]()
Ayo Berpaling ke Tenaga Nuklir
31-Jul-2010
Sabtu, 31 Juli 2010, 08:03 WIB
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Beberapa waktu lalu, Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan 13 poin penyebab krisis listrik yang salah satunya adalah penggunaan minyak yang besar untuk pembangkitan listrik.Meminjam Purnomo Yusgiantoro dalam "Ekonomi Energi: Teori dan Praktek", konsumsi minyak untuk pembangkitan listrik memang besar mencapai 30,8 persen, disusul gas bumi 22,2 persen, batubara 28,1 persen, air 13,8 persen, dan panas bumi 4,9 persen."Sistem pembangkit listrik masih tergantung pada penggunaan batu bara, minyak dan gas," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Hudi Hastowo, Oktober lalu.![]()
60 Persen Terumbu Pulau Weh Mati
31-Jul-2010
Sabtu, 31 Juli 2010 20:33 WIB |
Banda Aceh (ANTARA News) - Peneliti Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menyebutkan sekitar 60 persen terumbu karang di Pulau Weh mati karena kenaikan suhu perairan utara Aceh."Dari puluhan titik yang kami selami, bisa disimpulkan sekitar 60 persen terumbu karang di perairan Pulau Weh mati akibat pemutihan yang disebabkan kenaikan suhu air laut," kata peneliti peneliti Unsyiah Edi Rudi di Banda Aceh, Sabtu.![]()
Re: [greenlifestyle] Fw: Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan
Lainnya juga coba masukkan daftar gugatan warga ke pengadilan sekalian juga nguji apa UU Lh dan peraturan itu masih ada tajinya apa nggak? Ya yg teralhir berdoa aja supaya semua org berubah dg peduli lingkungan.
Salam,
ES
Sent from my BlueBerry®powered by Sinyal Apik Soko INDOSAT
Ingat teman saya yg tinggal di konmpleks LAN dmana pihak kantor LAN sehari 3 kali bakar sampah yg asap masuk ke kompleks yang rata-rata isinya anak2 dan pensiunan? Di bawah ini sharing temen saya, ternyata pelaporannya berbuah, Kepala Plh Jakarta Pusat menegur Kepala LAN (lihat lampiran).
Terima kasih teman atas sumbang sarannya!
Salam,
Tezza
From: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
To: tezza.napitupulu@gmail.com
Sent: Fri, July 9, 2010 1:48:19 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan
From: "tezza.napitupulu@gmail.com" <tezza.napitupulu@gmail.com>
To: lizamunira@yahoo.com
Sent: Fri, June 18, 2010 1:35:11 AM
Subject: Fw: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan
Terlampir UU 18/2008 tentang Sampah.
Silakan cek UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah (terlampir)
Pasal 29 ayat 1 point g, sepertinya relevan
Yang pasti, tidak perlu pakai peraturan, cukup pake akal sehat, mau bagaimana pun caranya kalau pembakaran sampah secara terbuka itu buruk untuk lingkungan dan kesehatan, juga melanggar HO (hinder ordonantie - undang2 gangguan)...
Teman anda sangat berhak (bahkan harus) komplain tentang hal tersebut
Salam hijau
Eka
Teman,
Ada teman saya yang punya masalah berikut, ada yg bisa bantu/punya usul apa yg harus dilakukan:
Kalo ada instansi/kantor yg bakar sampah 'sembarangan' di deket/dalam kawasan perumahan, bisa dikomplain secara resmi gak sih? Setau gue ada UU/Perda yg mengatur masalah pembakaran sampah - bahwa gak boleh dibakar sendiri secara terbuka, mustinya secara terkoordinir oleh Pemda?
Terima kasih,
Tezza
[greenlifestyle] Fw: Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan
Ingat teman saya yg tinggal di konmpleks LAN dmana pihak kantor LAN sehari 3 kali bakar sampah yg asap masuk ke kompleks yang rata-rata isinya anak2 dan pensiunan? Di bawah ini sharing temen saya, ternyata pelaporannya berbuah, Kepala Plh Jakarta Pusat menegur Kepala LAN (lihat lampiran).
Terima kasih teman atas sumbang sarannya!
Salam,
Tezza
From: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
To: tezza.napitupulu@gmail.com
Sent: Fri, July 9, 2010 1:48:19 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan
From: "tezza.napitupulu@gmail.com" <tezza.napitupulu@gmail.com>
To: lizamunira@yahoo.com
Sent: Fri, June 18, 2010 1:35:11 AM
Subject: Fw: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan
Terlampir UU 18/2008 tentang Sampah.
Silakan cek UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah (terlampir)
Pasal 29 ayat 1 point g, sepertinya relevan
Yang pasti, tidak perlu pakai peraturan, cukup pake akal sehat, mau bagaimana pun caranya kalau pembakaran sampah secara terbuka itu buruk untuk lingkungan dan kesehatan, juga melanggar HO (hinder ordonantie - undang2 gangguan)...
Teman anda sangat berhak (bahkan harus) komplain tentang hal tersebut
Salam hijau
Eka
Teman,
Ada teman saya yang punya masalah berikut, ada yg bisa bantu/punya usul apa yg harus dilakukan:
Kalo ada instansi/kantor yg bakar sampah 'sembarangan' di deket/dalam kawasan perumahan, bisa dikomplain secara resmi gak sih? Setau gue ada UU/Perda yg mengatur masalah pembakaran sampah - bahwa gak boleh dibakar sendiri secara terbuka, mustinya secara terkoordinir oleh Pemda?
Terima kasih,
Tezza
Sunday, 1 August 2010
Fw: [greenlifestyle] Fw: Terbit: Pembangunan Berkelanjutan: Peran & Kontribusi Emil Salim
Pembangunan Berkelanjutan: Peran dan Kontribusi Emil Salim
Daftar Isi
- Pendahuluan: Emil Salim dan Pembangunan Berkelanjutan (Azis, Napitupulu, Patunru, Resosudarmo)
Bagian I: Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan
- Paradigma Pembangunan Berkelanjutan (Salim)
- Valuasi Ekonomi untuk Lingkungan (Patunru)
- Konsep Dasar Persoalan Eksternalitas (Hartono, Yusuf, Resosudarmo)
- Unsur Kelembagaan Menentukan (Azis)
- Strategi Industrialisasi untuk Indonesia (Boediono dan Ikhsan)
- Konsep Pembangunan Berkelanjutan dalam Pengajaran Ilmu Ekonomi (Anwar, Soelistianingsih, Surjadi)
Bagian II: Kelembagaan
- Greener Constitution: Solusi Pengarusutamaan Pembangunan Berkelanjutan (Santosa)
- Gerakan Lingkungan dan Advokasi Pembangunan Berkelanjutan (Hadad)
- Negosiasi, Kebijakan dan Komunikasi Perubahan Iklim (Niode)
- Internalisasi Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan kedalam Kebijakan Pemerintah (Djajadiningrat)
- Pengendalian Dampak Lingkungan (Makarim, Adnan, Roosita)
- AMDAL – Mendambakan Perangkat Lingkungan yang Efektif (Marifa, Yuwono)
- Suara Jernih di Tengah Hiruk Pikuk: Apresiasi atas Kontribusi Prof. Dr. Emil Salim dalam Wacana CSR di Indonesia (Kiroyan, Maulana, Sukada dan Jalal)
- Konflik Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (Budihardjo)
Bagian III: Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
- No Net Loss! Strategi Mempertahankan Keanekaragaman Hayati (Ahmad)
- Pengelolaan Hutan, REDD dan Emil Salim (IAP Resosudarmo)
- Jasa Lingkungan Sebagai Sumberdaya pada Ekosistem Kelautan (Napitupulu)
- Penataan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam: Gagasan Prof. Emil Salim dan Implementasinya (Kartodihardjo, Suntana)
- Ketahanan Energi Melalui Pengembangan Energi Terbarukan (Alisjahbana)
- Aspek Lingkungan Hidup pada Tambang Minyak dan Gas Bumi di Indonesia (Novriaty, Seda)
- Tambang untuk Kesejahteraan Masyarakat: Konflik dan Usaha Penyelesaiannya (Subiman, Resosudarmo)
- Strategi dan Kebijakan Adaptasi: Pendekatan Sosial Ekonomi dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Soejachmoen, Napitupulu)
- Mengubah Iklim Negosiasi Internasional Demi Perubahan Iklim (Soesastro)
Bagian IV: Kependudukan dan Kesehatan
- Indonesia Sehat: Sebuah Komitmen (Moeloek, Soesilo, Soetono)
- Transisi Demografi: Tantangan dan Harapannya (Adioetomo)
- Urbanisasi, Penataan Ruang dan Pembangunan Berkelanjutan (Salim, Firman, Suroso)
Bagian V: Emil Salim
- Hitam Putih Emil Salim (Budianta)
Daftar Penulis
Sri Moertiningsih Adioetomo. Guru Besar Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI); Kepala Program S2 Kependudukan dan Ketenagakerjaan Universitas Indonesia; Peneliti Senior Lembaga Demografi FEUI.
Gempur Adnan. Deputi II Bidang Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH).
Mubariq Ahmad. Dosen FEUI; Anggota World Economic Forum Council on Ecosystem and Biodiversity; Penasehat Kebijakan Ekonomi Perubahan Iklim, Bank Dunia, Jakarta; Direktur Eksekutif WWF Indonesia (2003-2009).
Armida S. Alisjahbana. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2009-sekarang); Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran.
M. Arsjad Anwar. Guru Besar (Emeritus) FEUI; Dekan FEUI (1988-1994); Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI (1978-1982 dan 1988- 1989).
Iwan J. Azis. Guru Besar Ilmu Regional dan Ilmu Ekonomi, Cornell University; Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Regional, Cornell University.
Boediono. Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-sekarang); Guru Besar Fakultas Ekonomi Unversitas Gadjah Mada.
Eka Budianta. Anggota Dewan Pembina Young Climate Change Leaders (bersama Pak Emil Salim) dan Tim Pengarah Sekolah Adiwiyata (2007-sekarang); Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan (1994-1998).
Eko Budihardjo. Guru Besar (Emeritus) Arsitektur dan Perkotaan, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro; Rektor Universitas Diponegoro (1998-2006); Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang (1994-sekarang).
Surna T. Djajadiningrat Guru Besar Manajemen Lingkungan, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (ITB)
Tommy Firman, Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB; Ketua Senat Akademik ITB (2006-2008), Anggota Dewan Riset Nasional (1998-2003).
Ismid Hadad Ketua Pokja Pendanaan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI); Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES, 1975-1980); Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati, 1998-2007).
Djoni Hartono. Dosen FEUI.
Mohamad Ikhsan. Dosen FEUI; Direktur LPEM FEUI (2001-2005).
Jalal. Penasihat Teknis PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners) (2008 - sekarang); Pendiri A+ CSR Indonesia (2006); Pendiri Asosiasi Profesi CSR Indonesia (2009); Anggota Komite CSR-LPT PT Aneka Tambang (2008 – sekarang).
Hariadi Kartodihardjo. Dosen Institut Pertanian Bogor dan Pascasarjana Universitas Indonesia; Ketua Pengurus Yayasan Kehati (2006 – sekarang); Anggota Presidium Dewan Kehutanan Nasional (2006 – sekarang).
Noke Kiroyan. Presiden Direktur PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners); Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Links; Ketua Konsorsium CSR; Anggota Komite Nasional Kebijakan Governance.
Nabiel Makarim. Menteri Negara Lingkungan Hidup (2001 -2004).
Isna Marifa. Pendiri dan Direktur PT Qipra Galang Kualita; Anggota Dewan Pengurus Indonesian Institute for Energy Economics, IIEE (2008 – sekarang); Anggota Forum Amdal Indonesia (Desember 2009- sekarang).
Nunik Maharani Maulana. Direktur dan Senior Partner PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners) (2007 – sekarang); Anggota Dewan Manajemen Indonesia Business Links; Dosen FISIP UI Departemen Komunikasi (Februari 2010-sekarang).
Farid Anfasa Moeloek. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,
Lydia M. Napitupulu. Dosen FEUI.
Tezza Napitupulu. Dosen FEUI.
Amanda Katili Niode. Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi, Edukasi, Dewan Nasional Perubahan Iklim; Manager, The Climate Project Indonesia (Program Kepemimpinan Perubahan Iklim Al Gore); Staf Khusus Menteri Negara Lingkungan Hidup (2004-2009).
Shanty Novriaty. Dosen Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Arianto A. Patunru. Dosen FEUI; Kepala LPEM FEUI (2009-sekarang).
Budy P. Resosudarmo. Guru Besar Ekonomi, Arndt-Corden Division of Economics, Crawford School of Economics and Government, The Australian National University; Peneliti Tamu, LPEM FEUI.
Ida Aju Pradnja Resosudarmo. Ilmuwan, Center for International Forestry Research (CIFOR).
Hermien Roosita. Deputi I Bidang Tata Lingkungan, KLH.
Wilmar Salim. Dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB; Anggota RC21 Sociology for Urban and Regional Development, International Sociological Association (2005 - sekarang).
Mas Achmad Santosa. Penasehat Senior untuk Hak-hak Asasi Manusia dan Reformasi Hukum, United Nations Development Programme (UNDP); Anggota Satuan Tugas Kepresidenan Pemberantasan Mafia Hukum; Pendiri Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL).
Francisia S. S. E. Seda. Dosen Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Kuki Soejachmoen. Direktur Eksekutif Pelangi Indonesia.
Lana Soelistianingsih. Dosen FEUI; Sekretaris Departement Ilmu Ekonomi FEUI (2004-2009).
M. Hadi Soesastro. Pendiri dan peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS); Anggota Dewan Ekonomi Nasional (1999-2000).
Tri Edhi Budhi Soesilo. Sekretaris Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia.
Gatot Soetono. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.
Nina L. Subiman. Kandidat Doktor (PhD), Resource Management in Asia-Pacific Program, Crawford School of Economics & Government, The Australian National University; Dosen Lembaga Management FEUI.
Sonny Sukada. Partner PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners) (2008 – sekarang); Pendiri A+ CSR Indonesia (2006); Pengurus Konsorsium CSR (2009 - sekarang); Panel Ahli Indonesia CSR Awards (2005 dan 2008).
Asep Sugih Suntana. Kandidat Doktor (PhD), Forest Systems and Bioenergy Program, School of Forest Resources, College of the Environment, University of Washington; Anggota Kamar Eminent Person Lembaga Ekolabel Indonesia.
Surjadi, Dosen FEUI; Peneliti LPEM FEUI.
Djoko Santoso Abi Suroso. Dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB (2008-sekarang); National Project Coordinator-Safer Communities through Disaster Risk Reduction UNDP (2007-2008); Staf Bapedal/KLH (1991-2002).
Arief Anshory Yusuf. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran; Ahli Ekonomi Senior, Economy and Environment Program for Southeast Asia (EEPSEA).
Rudy Yuwono. Pendiri dan Direktur PT Qipra Galang Kualita; Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, IATPI (2010- sekarang); Koordinator Kegiatan, Forum Amdal Indonesia (Desember 2009- sekarang).