Monday, 2 August 2010

[greenlifestyle] Re: [Lintas_angkatan_fal_trisakti] Wajah

Dear mas Iwan, mirip dengan tulisan saya kecuali tentang parkir timur yang anda kerjakan dengan putranya pak Moerdiono? Mensesneg waktu itu, tadinya kawasan itu dirancang untuk stadion tennis, untung tidak jadi!. hehehe.  Dan juga dipilih tan jenis trembesi mungkin sekaligus menyesuaikan dengan pohon-2 trenbesi berjejer teduh dan menimbulkan rasa tenang karena sudah dalam kondisi optimal growth tsb. 
 
Maka dari itu saya sangat prihatin mendengar bahwa area ex-Putt putt golf dan lapangan A, B, C samasekali akan dibongkar untuk bangunan super modern, dan masih diteliti (yang ditugasi a.l. mbak Anggia Murni?) untuk dipilih tanaman mana saja yangbisa dipindahkan (transferred 'instant'' trees). Menuirut saya yang sudah "ketinggalan jaman" ini sebagus dan sesukses apa pun, maka transfer pepohonan yang sudah amat bagus tsb. (contohnya kaya, kenanga, asam, dll banyak sekali yang langka khususnya di area depan hotel Century itu)  akan memerlukan waktu untuk (bisa) hidup kembali dibanding dibiarkan tetap di lahan aslinya dan justru kalaupun perlu ada pembangunan struktur (fisik) lah yang msejauh mungkin dapat menyesuaikan dengan "titik-titik" pohon yang sudah ada.  Hanya Tuhan lah yang bisa mempertahankan atau menjaga agar biota apapun bisa hidup dengan sehat guna kehidupan mahluk lain (manusia dan hewan) itupun untuk jangka waktu tertenu saja.
 
BTW terimakasih atas crita-2nya khusus untuk TRR yang saya ikut terlibat penuh dalam perancangan dan pelaksanaan, sebagai bagian tak terpisahkan dengan green roof di atap kura-kura yang Jum'at lalu di coret-2 sama mas Pong Haryatmo (putra perwira polisi) dan aktor terkenal itu, dan tentuj uga dengan taman hutan mini di sebelah timur kawasan dan plaza air mancurnya.  Tambahan: TRR dirancang tak hanya untuk menampung surface run off, tetapi yang penting adalah kolam dari sistem cooler AC sari gedung-2m egah itu.  Entah kenapa lobangnya tertutup, dugaan saya ya karena air sudah sangat tercemar, akibat buangan limbah padat dan cair a.l. dari restoran-2 di sekitar kolam (tak hanya Pulau Dua yang lalu disusul oleh TGIF, Bebek Bengil, dll) sehingga airnya menghijau dan debitnyamenjadi surut, sebab mungkin tak ada lagi "pencairan" hasil siklus alami
 
Sekian dulu sudah ngantuk dan capek nih, maklum sudah uzur, bener kata mas BIntang kalau yang tua-2 sebaiknya banyak istirahat, tapi saya memang ga bisa istirahat - rasanyam enjadis emacam patung taj berguna, hehehe. Salam HL,  Oya crita tentang YGBK ini bisa dibaca pada Buku 'Sejarah' dari Gelora Bung Karno ke Gelora Buing Karno, karangan beberapa ppelaku sejarah yang dihimpun oleh mas Pur dan diedit oleh Julius Pour (Kompas).  Begitu buku itu terbit dengan ijin YGBK waktu itu melalui mas Pur sebagai  ketua team penyusun buku, saya sumbangkan masing-2 satu  buku baik kepada PN-IALI maupun ke PN-IAI danbeberapa LSM.dan PTN/PTS terkait (harganya waktu itu Rp 500.000,- saya ingat sekali karena MAHAL)
Ning P
--------------------
From: Iwan Ismaun To: Lintas_angkatan_fal_trisakti@yahoogroups.com Sent: Monday, August 02, 2010 9:58 PM Subject: [Lintas_angkatan_fal_trisakti] Wajah
Pak Beni, dan teman2 lintaser
 
Kawasan Gelora Bung Karno mencakup luas 279,61 Ha, termasuk kawasan RTH Olahraga dengan ketentuan KDB 20%. Kawasan ini sebetulnya mencakup Manggala Wanabakti, Komplek DPR/MPR, JCC, TVRI, Kementerian Plahraga, Hotel Mulia, Senayan City, Plaza Senayan, KemDiknas, Ratu Plaza, Panin Bank, Hotel Sultan(d/h Hilton), sedangkan saat ini yang dikelola oleh Direksi GBK kurang dari separuh kawasan (atau malah sepertiganya), karena yang lain dikelola pihak ketiga. Luas TRR sebetul kecil (11,6 Ha) tapi dampaknya besar. TRR pada mulanya merupakan taman yg terintegrasi dengan kawasan DPR/MPR (d/h Komplek Conefo) dan berfungsi sebagai taman danau (The Lake) untuk menampung air hujan (water retention) kawasan sekitarnya. Jadi untuk pengembangan TRR saya kira perlu kajian ekologis/hidrologis agar ada jastifikasi akademis dari aspek lansekap/lingkungan. Hal ini juga mengacu pada ketentuan IOC (International Olypic Committe) dalam Guide on Sport, Environment and Sustainable Development. Contohnya  seperti desain yang saya buat untuk pembangunan parkir timur.
 
Dengan luas 8,6 Ha, data curah hujan tertinggi harian 119 mm (th 2003) dan koefisien run off 0,75, maka parkir timur dapat meresapkan air hujan kl 767,55 m3. Dengan perhitungan ini maka parkir timur didisain dengan jenis perkerasan conblock dan grass block serta dibangun sumur resapan 115 unit. Konsepnya adalah zero runoff. (Pada banjir besar Jakarta th 2007 parkir timur menjadi posko banjir). Dengan perhitungan yang sama (berdasarkan data BMKG) kita bisa menghitung volume air hujan selama satu tahun .  
 
Sedangkan  penanaman 800 ph tanaman penghijauan pada area taman parkir timur (dengan perhitungan berdasarkan proses fotosintesis),  dapat memproduksi oksigen 1.360 kg/jam dan menyerap karbondioksida 1.840 kg/jam. Udara menjadi bersih dan sehat. Dan dengan penghijauan yang ada dapat menurunkan temperatur lingkungan 2-3 derajat celcius.
 
Jadi prinsipnya adalah bahwa disain lansekap harus bisa memberi jastifikasi peningkatan kualitas lingkungan yang baru, bukan sebaliknya. Pengembangan TRR perlu kajian lansekap/lingkungan terutama aspek ekologis/hidrologis agar tercapai keseimbangan baru yang dinamis (dynamic equilibrium) untuk meningkatkan kualitas kawasan GBK. Iwan Ismaun
-----------------------------------------

[greenlifestyle] [artikel ] Ayo Berpaling ke Tenaga Nuklir

Berita lainnya dan selengkapnya lihat di : http://library.pelangi.or.id/

 

 

U.N. Panel To Probe Further Kyoto CO2-Cut Projects
02-Aug-2010
Date: 02-Aug-10
Country: UK
Author: Michael Szabo

A United Nations climate panel will ask a working group to investigate further claims that a Kyoto Protocol scheme may be incentivizing participants to emit more greenhouse gases, it said on Friday.Several carbon-cutting projects approved under Kyoto's $2.7 billion Clean Development Mechanism (CDM), which helps provide carbon finance to emerging economies, have been accused by green groups of intentionally increasing their emissions in order to destroy them and collect more carbon offsets.[read]

 Menhut: Anggaran Pengembangan Kehutanan Belum Terserap
01-Aug-2010
Minggu, 1 Agustus 2010 16:10 WIB

Palangkaraya (ANTARA News) - Menurut Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli Hasan, ada sekitar tiga triliun rupiah dana Kementerian Kehutanan yang belum terserap untuk upaya penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI) yang dikelola bersama masyarakat.
Hal itu dikemukakannya saat memberikan sambutan di acara Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Tengah (Kalteng) di Palangkaraya, Minggu.[read]

 Ayo Berpaling ke Tenaga Nuklir
31-Jul-2010
Sabtu, 31 Juli 2010, 08:03 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Beberapa waktu lalu, Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan 13 poin penyebab krisis listrik yang salah satunya adalah penggunaan minyak yang besar untuk pembangkitan listrik.Meminjam Purnomo Yusgiantoro dalam "Ekonomi Energi: Teori dan Praktek", konsumsi minyak untuk pembangkitan listrik memang besar mencapai 30,8 persen, disusul gas bumi 22,2 persen, batubara 28,1 persen, air 13,8 persen, dan panas bumi 4,9 persen."Sistem pembangkit listrik masih tergantung pada penggunaan batu bara, minyak dan gas," kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Hudi Hastowo, Oktober lalu.[read]

 60 Persen Terumbu Pulau Weh Mati
31-Jul-2010
Sabtu, 31 Juli 2010 20:33 WIB |

Banda Aceh (ANTARA News) - Peneliti Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menyebutkan sekitar 60 persen terumbu karang di Pulau Weh mati karena kenaikan suhu perairan utara Aceh."Dari puluhan titik yang kami selami, bisa disimpulkan sekitar 60 persen terumbu karang di perairan Pulau Weh mati akibat pemutihan yang disebabkan kenaikan suhu air laut," kata peneliti peneliti Unsyiah Edi Rudi di Banda Aceh, Sabtu.[read]

 

 

 

Re: [greenlifestyle] Fw: Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Coba aja buat surat keluhan ke kompas dan lainnya ditujukannya ke menlh cc dinas lh sekalian ngetes apa srt spt ini bisa bikin gerah kabinet gak. Masak srt keluhan ke paspampres bisa masuk headline dan infotainment ... Coba za....
Lainnya juga coba masukkan daftar gugatan warga ke pengadilan sekalian juga nguji apa UU Lh dan peraturan itu masih ada tajinya apa nggak? Ya yg teralhir berdoa aja supaya semua org berubah dg peduli lingkungan.

Salam,
ES

Sent from my BlueBerry®powered by Sinyal Apik Soko INDOSAT


From: tezza.napitupulu@gmail.com
Sender: greenlifestyle@googlegroups.com
Date: Mon, 2 Aug 2010 02:32:01 +0000
To: <greenlifestyle@googlegroups.com>
ReplyTo: greenlifestyle@googlegroups.com
Subject: [greenlifestyle] Fw: Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Halo Teman,

Ingat teman saya yg tinggal di konmpleks LAN dmana pihak kantor LAN sehari 3 kali bakar sampah yg asap masuk ke kompleks yang rata-rata isinya anak2 dan pensiunan? Di bawah ini sharing temen saya, ternyata pelaporannya berbuah, Kepala Plh Jakarta Pusat menegur Kepala LAN (lihat lampiran).

Terima kasih teman atas sumbang sarannya!

Salam,
Tezza
From: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
Date: Sun, 1 Aug 2010 16:56:59 -0700 (PDT)
To: <tezza.napitupulu@gmail.com>
ReplyTo: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Tedja, 

Further update and good news. Si kantor BPLHD kemaren itu disposisi berkasnya ke Kantor Lingkungan Hidup wilayah Jakarta Pusat (wilayah perumahan gue), dan mereka udah ambil tindakan dengan kasih teguran pertama ke kantor LAN (bagian kantor Diklatnya yg bakar sampah) via lisan dan tulisan - tembusannya lumayan bikin jiper men.gue (attached). 

Mereka juga follow up ke kita sebagai pelapor sambil kasih tau kalo sampai masih ada pencemaran lagi, untuk lapor ke mereka biar mereka bikin sidak dan kasih teguran keras. FYI si LAN ngakunya 'cuma' bakar seminggu sekali (!which is not correct either, toh?), padahal banyak banget saksi kalo mereka bakar everyday, dan bisa sampai 3 times a day (pagi, siang dan malam).

All in all, seneng akhirnya there's an end to all the open-burning trash in our neighborhood (hopefully seterusnya). Thanks banget atas advisnya. Ternyata negara kita (dan birokrasinya) is not so hopeless afterall :)

Best,
Mu2n


From: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
To: tezza.napitupulu@gmail.com
Sent: Fri, July 9, 2010 1:48:19 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Tedja, 

Cuma mau kasih update. Gue kemaren udah masukin pengaduan ke BPLHD - mereka welcome banget dan katanya akan difollow up dengan si kantor LAN yang bakar sampah. Mudah2an berprogress baik.

Thanks banget ya Bu....
Mu2n.


From: "tezza.napitupulu@gmail.com" <tezza.napitupulu@gmail.com>
To: lizamunira@yahoo.com
Sent: Fri, June 18, 2010 1:35:11 AM
Subject: Fw: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Terlampir UU 18/2008 tentang Sampah.

From: Eka Sundana <kang.eka@gmail.com>
Date: Thu, 17 Jun 2010 14:01:12 +0700
To: <tezza.napitupulu@gmail.com>
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Rekan Tezza

Silakan cek UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah (terlampir)
Pasal 29 ayat 1 point g, sepertinya relevan
Yang pasti, tidak perlu pakai peraturan, cukup pake akal sehat, mau bagaimana pun caranya kalau pembakaran sampah secara terbuka itu buruk untuk lingkungan dan kesehatan, juga melanggar HO (hinder ordonantie - undang2 gangguan)...
Teman anda sangat berhak (bahkan harus) komplain tentang hal tersebut

Salam hijau
Eka

2010/6/17 <tezza.napitupulu@gmail.com>
Teman,

Ada teman saya yang punya masalah berikut, ada yg bisa bantu/punya usul apa yg harus dilakukan:

Kalo ada instansi/kantor yg bakar sampah 'sembarangan' di deket/dalam kawasan perumahan, bisa dikomplain secara resmi gak sih? Setau gue ada UU/Perda yg mengatur masalah pembakaran sampah - bahwa gak boleh dibakar sendiri secara terbuka, mustinya secara terkoordinir oleh Pemda?

Terima kasih,
Tezza



[greenlifestyle] Fw: Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Halo Teman,

Ingat teman saya yg tinggal di konmpleks LAN dmana pihak kantor LAN sehari 3 kali bakar sampah yg asap masuk ke kompleks yang rata-rata isinya anak2 dan pensiunan? Di bawah ini sharing temen saya, ternyata pelaporannya berbuah, Kepala Plh Jakarta Pusat menegur Kepala LAN (lihat lampiran).

Terima kasih teman atas sumbang sarannya!

Salam,
Tezza
From: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
Date: Sun, 1 Aug 2010 16:56:59 -0700 (PDT)
To: <tezza.napitupulu@gmail.com>
ReplyTo: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Tedja, 

Further update and good news. Si kantor BPLHD kemaren itu disposisi berkasnya ke Kantor Lingkungan Hidup wilayah Jakarta Pusat (wilayah perumahan gue), dan mereka udah ambil tindakan dengan kasih teguran pertama ke kantor LAN (bagian kantor Diklatnya yg bakar sampah) via lisan dan tulisan - tembusannya lumayan bikin jiper men.gue (attached). 

Mereka juga follow up ke kita sebagai pelapor sambil kasih tau kalo sampai masih ada pencemaran lagi, untuk lapor ke mereka biar mereka bikin sidak dan kasih teguran keras. FYI si LAN ngakunya 'cuma' bakar seminggu sekali (!which is not correct either, toh?), padahal banyak banget saksi kalo mereka bakar everyday, dan bisa sampai 3 times a day (pagi, siang dan malam).

All in all, seneng akhirnya there's an end to all the open-burning trash in our neighborhood (hopefully seterusnya). Thanks banget atas advisnya. Ternyata negara kita (dan birokrasinya) is not so hopeless afterall :)

Best,
Mu2n


From: Liza Munira <lizamunira@yahoo.com>
To: tezza.napitupulu@gmail.com
Sent: Fri, July 9, 2010 1:48:19 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Tedja, 

Cuma mau kasih update. Gue kemaren udah masukin pengaduan ke BPLHD - mereka welcome banget dan katanya akan difollow up dengan si kantor LAN yang bakar sampah. Mudah2an berprogress baik.

Thanks banget ya Bu....
Mu2n.


From: "tezza.napitupulu@gmail.com" <tezza.napitupulu@gmail.com>
To: lizamunira@yahoo.com
Sent: Fri, June 18, 2010 1:35:11 AM
Subject: Fw: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Terlampir UU 18/2008 tentang Sampah.

From: Eka Sundana <kang.eka@gmail.com>
Date: Thu, 17 Jun 2010 14:01:12 +0700
To: <tezza.napitupulu@gmail.com>
Subject: Re: [greenlifestyle] Minta bantuan: pembakaran sampah dekat perumahan

Rekan Tezza

Silakan cek UU No.18/2008 tentang Pengelolaan Sampah (terlampir)
Pasal 29 ayat 1 point g, sepertinya relevan
Yang pasti, tidak perlu pakai peraturan, cukup pake akal sehat, mau bagaimana pun caranya kalau pembakaran sampah secara terbuka itu buruk untuk lingkungan dan kesehatan, juga melanggar HO (hinder ordonantie - undang2 gangguan)...
Teman anda sangat berhak (bahkan harus) komplain tentang hal tersebut

Salam hijau
Eka

2010/6/17 <tezza.napitupulu@gmail.com>
Teman,

Ada teman saya yang punya masalah berikut, ada yg bisa bantu/punya usul apa yg harus dilakukan:

Kalo ada instansi/kantor yg bakar sampah 'sembarangan' di deket/dalam kawasan perumahan, bisa dikomplain secara resmi gak sih? Setau gue ada UU/Perda yg mengatur masalah pembakaran sampah - bahwa gak boleh dibakar sendiri secara terbuka, mustinya secara terkoordinir oleh Pemda?

Terima kasih,
Tezza



Sunday, 1 August 2010

Fw: [greenlifestyle] Fw: Terbit: Pembangunan Berkelanjutan: Peran & Kontribusi Emil Salim

Dear Tim Editor,
Saya berminat untukmem beli buku ini, dengan diskon menarik.
Saya adalah pensiunan kantor KLH (saya "bekerja membantu" beliau sejak September 1978 masih bernama PPLH sampai 2005-karena batas umur pensiun)..  Masih bisakah saya membeki buku tsb?
Belum ada penjelasanan tentang: kemana nomor account a/n siapa? berapa biaya buku ini setelah di diskon, dll. 
Terimakasih banyak, salam hijau lestari.
Nama saya: Ning Purnomohadi
Jl Ridwan III/71.  Patal Senayan, Jakarta 12210
HP: 0816 134 0974
------------------------
From: Tezza Napitupulu Sent: Friday, July 30, 2010 5:23 PM
[greenlifestyle] Fw: Terbit: Pembangunan Berkelanjutan: Peran & Kontribusi Emil Salim
----- ----
From: 80 Tahun Emil Salim  Sent: Thursday, July 29, 2010 12:25 PM
Subject: Terbit: Pembangunan Berkelanjutan: Peran & Kontribusi Emil Salim
Baru saja terbit buku Pembangunan Berkelanjutan: Peran dan Kontribusi Emil Salim. Informasi Buku ini merupakan hadiah ulang tahun ke-80 bagi Prof. Emil Salim, yang dipersembahkan oleh 44 rekan dan muridnya. Selain menjelaskan kepada publik peran dan kontribusi Emil Salim, buku ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu acuan penting tentang tantangan paradigma keberlanjutan dalam pembangunan di Indonesia.

 

Peluncuran buku tersebut telah diselenggarakan tanggal 26 Juli, dan buku akan tersedia di toko-toko buku Gramedia. Kami mohon informasi ini bisa diteruskan pada para mitra di lembaga anda, sebagai informasi.

 

Dalam jumlah terbatas, buku dapat dipesan lewat Tim Editor (lewat email ini, dengan harga diskon 30% dari toko buku).

Terimakasih atas perhatiannya.

--Tim Editor

 

Pembangunan Berkelanjutan: Peran dan Kontribusi Emil Salim

Daftar Isi

  1. Pendahuluan: Emil Salim dan Pembangunan Berkelanjutan (Azis, Napitupulu, Patunru, Resosudarmo)

Bagian I: Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan

  1. Paradigma Pembangunan Berkelanjutan (Salim)
  2. Valuasi Ekonomi untuk Lingkungan (Patunru)
  3. Konsep Dasar Persoalan Eksternalitas (Hartono, Yusuf, Resosudarmo)
  4. Unsur Kelembagaan Menentukan (Azis)
  5. Strategi Industrialisasi untuk Indonesia (Boediono dan Ikhsan)
  6. Konsep Pembangunan Berkelanjutan dalam Pengajaran Ilmu Ekonomi (Anwar, Soelistianingsih, Surjadi) 

Bagian II: Kelembagaan

  1. Greener Constitution: Solusi Pengarusutamaan Pembangunan Berkelanjutan (Santosa)
  2. Gerakan Lingkungan dan Advokasi Pembangunan Berkelanjutan (Hadad)
  3. Negosiasi, Kebijakan dan Komunikasi Perubahan Iklim (Niode)
  4. Internalisasi Kebijakan Pembangunan Berkelanjutan kedalam Kebijakan Pemerintah (Djajadiningrat)
  5. Pengendalian Dampak Lingkungan (Makarim, Adnan, Roosita)
  6. AMDAL – Mendambakan Perangkat Lingkungan yang Efektif (Marifa, Yuwono)
  7. Suara Jernih di Tengah Hiruk Pikuk: Apresiasi atas Kontribusi Prof. Dr. Emil Salim dalam Wacana CSR di Indonesia (Kiroyan, Maulana, Sukada dan Jalal)
  8. Konflik Tata Ruang dan Lingkungan Hidup (Budihardjo)  

Bagian III: Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup

  1. No Net Loss! Strategi Mempertahankan Keanekaragaman Hayati (Ahmad)
  2. Pengelolaan Hutan, REDD dan Emil Salim (IAP Resosudarmo)
  3. Jasa Lingkungan Sebagai Sumberdaya pada Ekosistem Kelautan (Napitupulu)
  4. Penataan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam: Gagasan Prof. Emil Salim dan Implementasinya (Kartodihardjo, Suntana)
  5. Ketahanan Energi Melalui Pengembangan Energi Terbarukan (Alisjahbana)
  6. Aspek Lingkungan Hidup pada Tambang Minyak dan Gas Bumi di Indonesia (Novriaty, Seda)
  7. Tambang untuk Kesejahteraan Masyarakat: Konflik dan Usaha Penyelesaiannya (Subiman, Resosudarmo)
  8. Strategi dan Kebijakan Adaptasi: Pendekatan Sosial Ekonomi dalam Menghadapi Perubahan Iklim (Soejachmoen, Napitupulu)
  9. Mengubah Iklim Negosiasi Internasional Demi Perubahan Iklim (Soesastro)

Bagian IV: Kependudukan dan Kesehatan

  1. Indonesia Sehat: Sebuah Komitmen (Moeloek, Soesilo, Soetono)
  2. Transisi Demografi: Tantangan dan Harapannya  (Adioetomo)
  3. Urbanisasi, Penataan Ruang dan Pembangunan Berkelanjutan (Salim, Firman, Suroso)

Bagian V: Emil Salim

  1. Hitam Putih Emil Salim (Budianta)

Daftar Penulis

 

Sri Moertiningsih Adioetomo. Guru Besar Ekonomi Kependudukan, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI); Kepala Program S2 Kependudukan dan Ketenagakerjaan Universitas Indonesia; Peneliti Senior Lembaga Demografi FEUI.

 

Gempur Adnan. Deputi II Bidang Hidup Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH).

 

Mubariq Ahmad. Dosen FEUI; Anggota World Economic Forum Council on Ecosystem and Biodiversity; Penasehat Kebijakan Ekonomi Perubahan Iklim, Bank Dunia, Jakarta; Direktur Eksekutif WWF Indonesia (2003-2009).

 

Armida S. Alisjahbana. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (2009-sekarang); Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran.

 

M. Arsjad Anwar. Guru Besar (Emeritus) FEUI; Dekan FEUI (1988-1994); Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEUI (1978-1982 dan 1988- 1989).

 

Iwan J. Azis. Guru Besar Ilmu Regional dan Ilmu Ekonomi, Cornell University; Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Regional, Cornell University.

 

Boediono. Wakil Presiden Republik Indonesia (2009-sekarang); Guru Besar Fakultas Ekonomi Unversitas Gadjah Mada.

 

Eka Budianta. Anggota Dewan Pembina Young Climate Change Leaders (bersama Pak Emil Salim) dan Tim Pengarah Sekolah Adiwiyata (2007-sekarang); Direktur Eksekutif Dana Mitra Lingkungan (1994-1998).

 

Eko Budihardjo. Guru Besar (Emeritus) Arsitektur dan Perkotaan, Fakultas Teknik Universitas Diponegoro; Rektor Universitas Diponegoro (1998-2006); Ketua Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang (1994-sekarang).

 

Surna T. Djajadiningrat Guru Besar Manajemen Lingkungan, Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (ITB)

 

Tommy Firman, Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB; Ketua Senat Akademik ITB (2006-2008), Anggota Dewan Riset Nasional (1998-2003).

 

Ismid Hadad Ketua Pokja Pendanaan Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI); Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES, 1975-1980); Direktur Eksekutif Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati,  1998-2007).

 

Djoni Hartono. Dosen FEUI.

 

Mohamad Ikhsan. Dosen FEUI; Direktur LPEM FEUI (2001-2005).

 

Jalal. Penasihat Teknis PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners) (2008 - sekarang); Pendiri A+ CSR Indonesia (2006); Pendiri Asosiasi Profesi CSR Indonesia (2009); Anggota Komite CSR-LPT PT Aneka Tambang (2008 – sekarang). 

 

Hariadi Kartodihardjo. Dosen Institut Pertanian Bogor dan Pascasarjana Universitas Indonesia; Ketua Pengurus Yayasan Kehati (2006 – sekarang); Anggota Presidium Dewan Kehutanan Nasional (2006 – sekarang).

 

Noke Kiroyan. Presiden Direktur PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners); Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Indonesia Business Links; Ketua Konsorsium CSR; Anggota Komite Nasional Kebijakan Governance.

 

Nabiel Makarim. Menteri Negara Lingkungan Hidup (2001 -2004).

 

Isna Marifa. Pendiri dan Direktur PT Qipra Galang Kualita; Anggota Dewan Pengurus Indonesian Institute for Energy Economics, IIEE (2008 – sekarang); Anggota Forum Amdal Indonesia (Desember 2009- sekarang).

 

Nunik Maharani Maulana. Direktur dan Senior Partner PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners) (2007 – sekarang); Anggota Dewan Manajemen Indonesia Business Links; Dosen FISIP UI Departemen Komunikasi (Februari 2010-sekarang).

 

Farid Anfasa Moeloek. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,

 

Lydia M. Napitupulu. Dosen FEUI.

 

Tezza Napitupulu. Dosen FEUI.

 

Amanda Katili Niode. Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi, Edukasi, Dewan Nasional Perubahan Iklim;  Manager, The Climate Project Indonesia (Program Kepemimpinan Perubahan Iklim Al Gore); Staf Khusus Menteri  Negara Lingkungan Hidup (2004-2009).

 

Shanty Novriaty. Dosen Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Indonesia.

 

Arianto A. Patunru. Dosen FEUI; Kepala LPEM FEUI (2009-sekarang).

 

Budy P. Resosudarmo. Guru Besar Ekonomi, Arndt-Corden Division of Economics, Crawford School of Economics and Government, The Australian National University; Peneliti Tamu, LPEM FEUI.

 

Ida Aju Pradnja Resosudarmo. Ilmuwan, Center for International Forestry Research (CIFOR).

 

Hermien Roosita. Deputi I Bidang Tata Lingkungan, KLH.

 

Wilmar Salim. Dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB; Anggota RC21 Sociology for Urban and Regional Development, International Sociological Association (2005 - sekarang).

 

Mas Achmad Santosa. Penasehat Senior untuk Hak-hak Asasi Manusia dan Reformasi Hukum, United Nations Development Programme (UNDP); Anggota Satuan Tugas Kepresidenan Pemberantasan Mafia Hukum; Pendiri Indonesian Centre for Environmental Law (ICEL).

 

Francisia S. S. E. Seda. Dosen Fakultas Ilmu Sosial and Ilmu Politik Universitas Indonesia.

 

Kuki Soejachmoen. Direktur Eksekutif Pelangi Indonesia.

 

Lana Soelistianingsih. Dosen FEUI; Sekretaris Departement Ilmu Ekonomi FEUI (2004-2009).

 

M. Hadi Soesastro. Pendiri dan peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS); Anggota Dewan Ekonomi Nasional (1999-2000).

 

Tri Edhi Budhi Soesilo. Sekretaris Program Studi Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

 

Gatot Soetono. Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia.

 

Nina L. Subiman. Kandidat Doktor (PhD), Resource Management in Asia-Pacific Program, Crawford School of Economics & Government, The Australian National University; Dosen Lembaga Management FEUI.

 

Sonny Sukada. Partner PT Komunikasi Kinerja (Kiroyan Partners) (2008 – sekarang); Pendiri A+ CSR Indonesia (2006); Pengurus Konsorsium CSR (2009 - sekarang); Panel Ahli Indonesia CSR Awards (2005 dan 2008).

 

Asep Sugih Suntana. Kandidat Doktor (PhD), Forest Systems and Bioenergy Program, School of Forest Resources, College of the Environment, University of Washington; Anggota Kamar Eminent Person Lembaga Ekolabel Indonesia.

 

Surjadi, Dosen FEUI; Peneliti LPEM FEUI.

 

Djoko Santoso Abi Suroso. Dosen Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan ITB (2008-sekarang); National Project Coordinator-Safer Communities through Disaster Risk Reduction UNDP (2007-2008); Staf Bapedal/KLH (1991-2002).

 

Arief Anshory Yusuf. Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran; Ahli Ekonomi Senior, Economy and Environment Program for Southeast Asia (EEPSEA).

 

Rudy Yuwono. Pendiri dan Direktur PT Qipra Galang Kualita; Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Penyehatan dan Teknik Lingkungan Indonesia, IATPI (2010- sekarang); Koordinator Kegiatan, Forum Amdal Indonesia (Desember 2009- sekarang).

--